28 C
Semarang
, 14 Maret 2026
spot_img

Perpustakaan Baru Kota Semarang Segera Beroperasi, Dilengkapi Rooftop dan Mini Kafe

Kunjungi Perpustakaan Semarang yang baru, dirancang untuk kenyamanan pengunjung dengan berbagai fasilitas baca dan budaya.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat layanan literasi publik dengan merampungkan pembangunan gedung perpustakaan baru di kawasan Srondol, Kecamatan Banyumanik.

Fasilitas yang dibangun melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dan dirancang setinggi empat lantai.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan bahwa gedung perpustakaan ini mengusung konsep modern dan ramah pengunjung.

Area basement difungsikan sebagai tempat parkir, sementara lantai pertama menjadi pusat layanan peminjaman buku. Lantai kedua disiapkan sebagai ruang baca yang terintegrasi dengan ruang budaya, mini kafe, serta co-working space.

Adapun lantai ketiga dilengkapi ruang audio visual, dan bagian atap bangunan atau rooftop dirancang sebagai ruang diskusi terbuka.

“Kami ingin perpustakaan ini menjadi ruang publik yang nyaman. Pengunjung bisa membaca, berdiskusi, bahkan menikmati kopi di mini kafe. Rooftop juga kami siapkan sebagai ruang interaksi,” ujar Bambang, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, perpustakaan tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 350 hingga 400 pemustaka setiap hari. Khusus ruang audio visual, kapasitasnya dapat menampung hingga 80 orang dan bisa dimanfaatkan untuk pemutaran film pendek atau karya visual yang diadaptasi dari buku.

Rencananya, perpustakaan baru ini akan dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem kerja petugas secara bergiliran. Bahkan, Arpus juga menyiapkan tenaga layanan yang memiliki kemampuan berbahasa asing guna mendampingi pengunjung dari luar negeri.

“Kami sudah menyeleksi petugas yang menguasai bahasa asing, karena koleksi buku kami juga tersedia dalam berbagai bahasa seperti Arab, Mandarin, Jepang, dan tentunya Inggris,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, Bambang mengungkapkan bahwa tahap pertama pembangunan berupa struktur bangunan telah rampung pada Desember 2025. Tahap ini didukung anggaran APBD Kota Semarang sebesar Rp200 juta serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN senilai Rp7,8 miliar.

Sementara itu, tahap kedua yang mencakup pengerjaan interior, pengadaan mebeler, dan koleksi buku telah dialokasikan dana APBD sebesar Rp5,3 miliar. Konsep interior akan mengangkat nuansa kearifan lokal dengan sentuhan budaya Jawa sebagai identitas Kota Semarang.

“Target kami lelang interior selesai Februari hingga Maret, kemudian pengerjaan sekitar tiga bulan. Harapannya, akhir Maret hingga Juni perpustakaan ini sudah siap digunakan secara optimal,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN