26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

Dekranasda Jateng Tampilkan 69 UMKM di Inacraft 2026, Didominasi Pengrajin Perempuan

Ajang Inacraft menjadi sarana strategis untuk menampilkan kekayaan kriya dan wastra unggulan Jawa Tengah yang telah melalui proses kurasi.

JAKARTA, Jatengnews.id  – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah kembali berpartisipasi dalam pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 4–8 Februari 2026.

Ajang Inacraft menjadi sarana strategis untuk menampilkan kekayaan kriya dan wastra unggulan Jawa Tengah yang telah melalui proses kurasi. Berbagai produk kerajinan ditampilkan, mulai dari batik, fesyen, aksesoris, hingga kriya berbasis serat alam dan kayu yang mengangkat kearifan lokal daerah.

Pada Inacraft 2026, Paviliun Jawa Tengah menempati Assembly Hall dengan total 22 unit stan yang diisi pelaku UMKM dari 14 kabupaten/kota. Dari total 69 UMKM yang dihadirkan, sekitar 90 persen merupakan pengrajin perempuan.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan keikutsertaan Jawa Tengah di Inacraft merupakan bentuk konsistensi dalam mempromosikan produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami menghadirkan produk-produk unggulan Jawa Tengah, termasuk batik. Tidak hanya kain, tetapi juga sudah berbentuk ready to wear dan berbagai aksesoris,” kata Nawal usai opening ceremony Inacraft 2026, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, salah satu produk andalan yang ditampilkan adalah Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, yang merupakan warisan budaya dengan nilai sejarah tinggi dan telah berkembang sejak ratusan tahun lalu.

Mengusung tema Inacraft 2026, Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft, Dekranasda Jawa Tengah secara khusus menonjolkan peran perempuan dalam industri kerajinan. Menurut Nawal, konsep tersebut menjadi ruang apresiasi bagi perempuan sebagai kreator, inovator, sekaligus penggerak utama UMKM kriya.

“Di Paviliun Jawa Tengah kami membawa 69 UMKM, dan 90 persennya adalah pengrajin perempuan. Ini menjadi bagian dari semangat womenpreneur yang ingin kami dorong,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi promosi berkelanjutan, Dekranasda Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengikutsertakan produk kerajinan dan UMKM daerah dalam berbagai pameran, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam upaya pemberdayaan UMKM serta penguatan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Melalui keikutsertaan dalam Inacraft 2026, produk kriya dan wastra lokal Jawa Tengah diharapkan semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar global. Nawal juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Paviliun Jawa Tengah selama pameran berlangsung.

“Kami mengajak warga Jawa Tengah serta masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk datang dan meramaikan Inacraft di JCC,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN