KARANGANYAR, Jatengnews.id – Persoalan sampah menjadi isu utama dalam penjaringan aspirasi masyarakat yang digelar Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, di Resto Dadap Srep Kopi, Kamis (12/2/2026). Selain infrastruktur jalan, warga menyoroti mendesaknya penanganan sampah di Karanganyar.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karanganyar Rober Christanto, Camat Karanganyar Kota, serta para kepala kelurahan.
Sumanto mengatakan, persoalan sampah bukan hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga hampir di seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Di berbagai daerah, tempat pembuangan sampah sudah penuh. Maka salah satu solusinya adalah pengolahan sampah diselesaikan di tingkat rumah tangga. Sampah harus dipilah. Ini jauh lebih efektif,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ia menegaskan, pengelolaan berbasis pemilahan dari rumah tangga akan mengurangi beban TPA secara signifikan dan memperpanjang usia operasionalnya.
Untuk mendukung penanganan sampah di Karanganyar, Sumanto mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 akan ada tambahan anggaran sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan lanjutan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari di Kecamatan Jumantono.
“Anggaran ini digunakan untuk pengolahan sampah. Saya yakin, dalam dua atau tiga tahun ke depan, persoalan sampah di Karanganyar bisa terselesaikan,” tegas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah itu.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada 2026, meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Meski ada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas. Kita akan mengupayakan anggaran dari berbagai pihak, salah satunya dari DPRD Provinsi Jawa Tengah,” kata Rober.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan mendasar, termasuk infrastruktur dan pengelolaan sampah di Karanganyar.(02)








