Semarang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 35 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan pendampingan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di RW 1, Kelurahan Tlogosari Wetan, Kota Semarang, Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran antropometri secara berkala.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membantu kader posyandu melakukan serangkaian pemeriksaan tumbuh kembang balita, meliputi:
- Pengukuran berat badan
- Pengukuran tinggi badan
- Pengukuran lingkar kepala
- Pengukuran lingkar lengan atas (LILA)
Pengukuran berat dan tinggi badan dilakukan untuk menilai kesesuaian pertumbuhan anak berdasarkan usia.
Sementara itu, lingkar kepala digunakan untuk memantau perkembangan otak serta mendeteksi kemungkinan gangguan pertumbuhan.
Adapun pengukuran LILA menjadi indikator sederhana untuk menilai status gizi dan risiko stunting sejak dini.
Seluruh hasil pemeriksaan dicatat secara teliti dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Kartu Menuju Sehat (KMS) guna memastikan pemantauan berkelanjutan setiap bulan.
Edukasi dan Pembagian Makanan Tambahan
Selain membantu proses pengukuran, mahasiswa KKN Kelompok 35 UPGRIS juga mendampingi pencatatan perkembangan balita, membagikan makanan tambahan, serta memberikan edukasi singkat kepada para orang tua.
Edukasi tersebut menekankan pentingnya pemantauan rutin di Posyandu sebagai langkah preventif untuk mencegah masalah gizi dan gangguan pertumbuhan anak.
Deteksi dini melalui pengukuran antropometri dinilai menjadi kunci dalam upaya pencegahan stunting di tingkat kelurahan.
Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti oleh ibu dan balita di lingkungan RW 1 Tlogosari Wetan.
Pelayanan berjalan tertib dan lancar, dimulai dari pendaftaran, pengukuran, pencatatan hasil, hingga konsultasi singkat terkait kondisi kesehatan anak.
Pendampingan ini menjadi bagian dari dukungan mahasiswa terhadap program kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.
Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu meringankan tugas kader posyandu sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 35 UPGRIS tidak hanya memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda di Tlogosari Wetan.
Diharapkan, kegiatan Posyandu yang rutin dan terpantau dengan baik dapat mewujudkan anak-anak yang sehat, aktif, dan tumbuh optimal.



