DEMAK, Jatengnews.id – Seorang pengemudi ojek online (ojol) sekaligus konten kreator asal Kabupaten Demak yang dikenal dengan nama Suted atau akun media sosial @suted.sukarno, bersama para pengikutnya yang tergabung dalam Maleng Gank, melakukan aksi penambalan jalan berlubang secara swadaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Pemuda Demak hingga kawasan Terminal Demak pada Rabu dini hari (25/2/2026) malam.
Aksi perbaikan jalan ini dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan berakhir menjelang waktu sahur. Sepanjang malam, Suted bersama beberapa rekannya menutup lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Menariknya, kegiatan tersebut dilakukan sembari siaran langsung (live) di media sosial. Dari siaran tersebut, aksi Suted mendapat perhatian luas dan memantik simpati masyarakat, bahkan sejumlah warganet turut memberikan donasi untuk mendukung kegiatan perbaikan jalan tersebut.
“Pengerjaan ini dari anggaran pribadi dan juga dapat dari orang-orang baik yang melihat live di media sosial,” ujar Suted saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Suted menjelaskan, latar belakang aksi tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai pengemudi ojek online yang hampir setiap hari melintasi jalan rusak. Kondisi itu kerap membahayakan dirinya maupun penumpang yang ia bawa.
“Saya tukang ojek, jadi seringkali melewati jalan-jalan berlubang di Demak. Sering jadi korban jalan rusak tersebut, kasihan penumpang saya juga,” terangnya.
Terkait status kewenangan jalan–apakah merupakan jalan kabupaten, provinsi, atau pusat–Suted mengaku tidak terlalu mempersoalkannya. Baginya, yang terpenting adalah keselamatan pengguna jalan.
“Aku nggak mau turut campur urusan pemerintah itu jalan apa. Saya maunya jalan-jalan mulus, landai, dan nggak jadi korban lagi, baik bagi saya maupun masyarakat,” pungkasnya.
Suted juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan aksi serupa akan kembali dilakukan di titik-titik jalan rusak lainnya di wilayah Demak.
Sementara itu, aksi tersebut memicu beragam komentar warganet yang sebagian besar mengarah kepada pemerintah daerah, khususnya terkait kondisi infrastruktur jalan.
Sejumlah komentar menilai bahwa persoalan jalan rusak sejatinya hanya membutuhkan keseriusan dan komitmen dalam penanganannya, agar tidak lagi membahayakan masyarakat. (03)



