KEBUMEN, Jatengnews.id — Mentari pagi menyibak langit Desa Somagede dengan cahaya lembutnya. Di halaman rumah sederhana milik Bapak Marsum, bunyi sekop dan gesekan bata memecah sunyi, menjadi irama kerja yang sarat makna.
Dua anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Serda Hari dan Serda Ainul, tampak tekun menyelesaikan pembangunan MCK yang selama ini hanya menjadi angan bagi sang pemilik rumah.
Dengan tangan terampil, mereka mengaduk semen dan menyusun bata satu per satu. Seragam loreng yang dikenakan mulai dipenuhi noda debu dan percikan adukan, namun tak sedikit pun mengurangi semangat di wajah keduanya. Bagi mereka, pengabdian tak selalu tentang barisan dan medan tugas—kadang ia hadir dalam bentuk dinding yang ditegakkan dan lantai yang diratakan.
“Yang penting kokoh dan tahan lama, supaya bisa dipakai bertahun-tahun,” ucap Serda Hari sambil memastikan adukan menempel sempurna.
Serda Ainul mengangguk, tangannya sigap melanjutkan susunan bata. “Semoga segera selesai, biar Pak Marsum dan keluarga bisa menikmati fasilitas yang layak,” katanya sambil tersenyum.
Tak jauh dari situ, Bapak Marsum berdiri dengan mata berkaca-kaca. Ia menyaksikan langsung bagaimana prajurit TNI bekerja tanpa pamrih di pekarangannya. Impian sederhana untuk memiliki MCK yang layak kini perlahan menjadi nyata.
“Saya benar-benar bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya pelan, sarat rasa haru.
Program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik. Di bawah komando Dandim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa akses sanitasi yang baik adalah bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Menjelang siang, bangunan MCK itu mulai menunjukkan bentuknya. Dinding tegak berdiri, lantai kian halus diratakan. Di tengah kesederhanaan rumah Bapak Marsum, tumbuh sebuah harapan baru—lahir dari tetes keringat dan ketulusan.
Di Desa Somagede, TMMD hadir bukan hanya membawa material bangunan, tetapi juga menghadirkan keyakinan bahwa negara selalu ada untuk rakyatnya—bahwa dari kerja bersama, kesejahteraan dapat perlahan diwujudkan.(03)



