25 C
Semarang
, 5 Maret 2026
spot_img

Alarm Bahaya Sungai Plumbon, Satu Musim Tiga Kali Tanggul Jebol

Jumini warga Mangkang Kulon mengaku, banjir ditahun ini menjadi semakin parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

SEMARANG, Jatengnews.id – Warga Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, berharap proyek normalisasi Sungai Plumbon segera di laksanakan. Selama satu musim hujan atau 4 bulan terakhir, tanggul jebol sudah terjadi tiga kali.

Pertama, tiga titik tanggul Sungai Plumbon di Rw 4 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, pada Rabu (10/12/2025) malam.

Kedua, Jumat (26/12/2025) lalu, terdapat empat titik tanggul jebol, satu di Mangkang Kulon dan tiga di Mangunharjo.

Tanggul jebol terakhir, terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026 dinihari saat menjelang waktu sahur. Para warga mengku, setiap musim hujan tiba menjadi alarm bahaya bagi warga.

Jumini warga Mangkang Kulon mengaku, banjir ditahun ini menjadi semakin parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya pernah (denger wacana normalisasi Sungai Plumbon), kapanya diperbaiki lagi, didalamkan lagi dikeruk sama itu, kapan itu,” katanya saat ditemui Jatengnews.id , Rabu (4/3/2026).

Hampir setiap hujan lebih dari dua jam, entah menyeluruh di wilayah Kota Semarang atau hanya wilayah hulu, banjir selalu menjadi bayang-bayang.

“Semua warga berharap harus di percepat (normalisasinya), karena kita takut jebol lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sudah pernah mendesak kepada pemerintah untuk segera di normalisasi.

“Waktu itu sudah di foto-foto, kerja bakti bersama Rt, Rw, Lurah dan pihak lainnya,” ucapnya.

Trauma dan kewaspadaan ketika hujan tiba, menjadi bulan-bulanan yang harus dijalani Jumini bersama warga lainnya.

“Ya tolong, sungai ini saya minta kalau dibangun jagan asal-asalan. Karena hampir setiap tahun itu mesti,” ujar Maliki warga yang juga terdampak tanggul jebol Sungai Plumbon.

Selama musim hujan 4 bulan terakhir ini, ia menghitung sudah ada tiga kali kejadian tanggul jebol.

“Air sekarang juga lebih banyak dari pada yang dulu karena sekarang ini sudah ada tol (di hulu sungai),” ungkapkapnya alasan banjir lebih parah.

Ketua Rt 1 Rw 1 Mangkang Kulon, Jarianto juga membenarkan, bahwa selama musim hujan ini telah terjadi tiga kali tanggul jebol di Sungai Plumbon.

“Berdasarkan informasi waktu rapat di kelurahan terakhir, katanya normalisasi bakal dilaksanakan tahun 2027 besok, itu kalau tidak ada kendala,” katanya.

Sementara, proyek normalisasi sudah dipersiapkan sejak tahun 2024 lalu dan direncanakan eksekusi tahun 2025.

“Kalau melihat situasinya seperti ini, normalisasi ya harus dipercepat. Karena setiap hujan pasti banjir.” pintanya.

Sementara itu, Camat Tugu, Eko Padang menyampaikan, bahwa pada tahun 2025 lalu telah dilaksanakan proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi.

“Sudah dilaksanakan pembebasan lahan, secara administrasi sudah ada yang dibayarkan. Masih ada sekitar 70 persen yabg belum,” ucap Eko menceritakan informasi yang ia dapatkan.

Sementara, dirinya menyampaikan bahwa para warga dan pemerintah kota masih menunggu proses dari pemerintah pusat.

“Karena setelah pembebasan lahan selesau baru bisa pembangunan normalisasi sungainya,” ujarnya.

Perihal target pembangunan sungainya, ia mengaku masih belum mengetahuinya.

“Sementara kami dari kecamatan selalu persiapan sandbag untuk menambal yang jebol-jebol kecil gitu,” tuturnya.

Terpisah, Wali Kota Semarsng, Agustina Wilujeng, menanggapi soal persolaan proyek normalisasi sungai yang sempat tertunda pascapandemi Covid-19.

Ia menyampaikan harapan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar perbaikan permanen tanggul bisa dilakukan tahun ini.

“Kami berharap anggaran segera turun sehingga normalisasi dan penguatan tanggul bisa segera dikerjakan. Kota Semarang sifatnya membantu dan meringankan dampak yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Selain di Mangkang, perhatian juga diberikan pada wilayah Rowosari yang memiliki kontur tanah lebih rendah dan rawan terdampak luapan air. Menurut Agustina, perlu desain teknis khusus untuk memperkuat tanggul di kawasan tersebut agar kejadian serupa dapat diantisipasi. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN