29 C
Semarang
, 15 Maret 2026
spot_img

Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Relawan Perkuat Gotong Royong

Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan, peningkatan investasi, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan, peningkatan investasi, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja. Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, akademisi, tokoh masyarakat, hingga relawan.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri silaturahmi dan buka bersama dengan para relawan Jawa Tengah di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu (14/3/2026) malam.

Menurutnya, membangun Jawa Tengah dengan jumlah penduduk sekitar 38,56 juta jiwa yang tersebar di 7.809 desa bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat.

“Kami bukan superman yang semuanya bisa, tetapi kami adalah supertim. Kerja tidak boleh sendiri, tidak boleh parsial, tidak boleh menange dewe. Semua komponen masyarakat harus ikut membantu. Butuh kolaborasi bersama dalam membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi juga membutuhkan integrasi dengan pemerintah pusat serta kolaborasi dengan 35 kabupaten dan kota hingga tingkat desa. Selain itu, para kepala daerah di Jawa Tengah juga diminta mampu mempromosikan potensi wilayahnya agar dapat menarik investasi.

“Syarat investasi adalah jaminan keamanan dan ketertiban. Kalau napas gotong royong tidak ada, maka tidak bisa membangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengingatkan para relawan agar tetap menjaga sikap santun dan tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang, terutama di media sosial.

“Jangan melanggar hukum, jangan menyakiti orang lain. Kita tetap harus santun karena adabnya Jawa Tengah adalah sopan santun dan tata tentrem,” tegasnya.

Ia menambahkan, relawan memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat membantu menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah. Relawan diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, khususnya dalam menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah masing-masing.

Selain itu, relawan juga diminta turut menyosialisasikan berbagai program dan hasil kerja pemerintah kepada masyarakat setelah persoalan yang ada mendapatkan penanganan.

Di tengah maraknya informasi di media sosial, Ahmad Luthfi juga mengingatkan pentingnya peran relawan dalam menangkal penyebaran hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman di masyarakat.

“Apapun yang dikatakan masyarakat di media sosial adalah cambuk bagi kita sebagai pejabat publik untuk lebih giat bekerja,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga semangat gotong royong, tepa selira, dan persatuan demi mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang lebih baik.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN