SEMARANG, Jatengnews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol menjelang puncak mudik Lebaran 2026.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 18 Maret 2026, dengan kepadatan mulai dari KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Jalan Tol Semarang menuju Solo.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, menjelaskan akan mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen.
Polda Jateng menyiapkan sejumlah skenario. Jika jumlah kendaraan di bawah 2.000 per jam, arus tetap normal dengan petugas berjaga. Jika mencapai 3.000 per jam, akan difungsikan 7 gardu satelit dan patroli tambahan.
Dalam kondisi darurat, dengan kecepatan di bawah 20 km/jam selama tiga jam berturut-turut, akan diterapkan one way lokal dari KM 422 ke KM 442 Bawen.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, memproyeksikan puncak arus mudik pada 18 Maret dengan 68.900 kendaraan melewati gerbang tol Kalikangkung. Puncak arus balik diperkirakan 24 Maret, mencapai 73.900 kendaraan. Menurutnya, data H-10 sampai H-6 menunjukkan peningkatan lalu lintas sebesar 45,58% di atas normal.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas kesiapan arus mudik yang melibatkan sinergi antara pemerintah provinsi, Polda Jateng, dan Jasa Marga.
“Persiapan pelayanan baik mulai dari pengaturan One Way Lokal dan Nasional, termasuk terobosan baru dengan nama Sipolan, sudah dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya keselamatan dan keramahan bagi pemudik.
“Melalui inovasi yang dilakukan Polda Jateng, harapannya keramahtamahan untuk menyambut saudara kita yang mudik bisa berjalan lancar dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.(02)



