Mohammad Saleh Dorong Perpustakaan Jateng Jadi Ruang Kreatif, Bukan Sekadar Tempat Baca

Data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) mencatat total kunjungan sepanjang 2025 mencapai 4.377.263 orang.

SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi lonjakan angka kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng sepanjang tahun 2025 yang menembus 4,3 juta orang.

Ia menilai capaian ini menjadi indikator positif atas meningkatnya minat baca dan literasi masyarakat.

Data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) mencatat total kunjungan sepanjang 2025 mencapai 4.377.263 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.255.124 pengunjung mendatangi perpustakaan secara langsung, sementara 122.139 pengguna lainnya memanfaatkan layanan digital melalui platform iJateng.

Angka tersebut melampaui target awal sebesar 3.120.000 kunjungan. Secara rata-rata, perpustakaan menerima 200.000 hingga 400.000 tamu setiap bulan, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli (695.428 orang) dan Agustus (568.886 orang).

“Ini capaian yang sangat baik. Tingginya angka kunjungan membuktikan bahwa minat literasi masyarakat Jawa Tengah terus tumbuh,” ujar Mohammad Saleh.

Meski meraih hasil memuaskan, Saleh menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk menggeliatkan aktivitas literasi. Ia mendorong perpustakaan agar tidak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan pusat pengembangan kreativitas.

“Pemerintah harus menghidupkan perpustakaan melalui berbagai kegiatan, seperti diskusi, pelatihan, hingga acara kreatif lainnya agar masyarakat semakin tertarik berkunjung,” tegas Saleh.

Ia juga mendesak pemerintah daerah untuk memperluas akses literasi hingga ke pelosok desa melalui penguatan perpustakaan desa dan optimalisasi layanan digital. Langkah ini bertujuan agar masyarakat di berbagai wilayah mendapatkan manfaat literasi yang setara.

Selain akses fisik, Saleh menilai pengembangan platform digital seperti iJateng sangat penting untuk menjangkau generasi muda yang akrab dengan teknologi. Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat menjadikan budaya literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Literasi adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Jika literasi masyarakat kuat, maka kualitas kualitas SDM kita pun akan meningkat,” pungkas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut. (Adv-01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN