Posyandu Semarang Mendunia, Kiprah Perempuan Jadi Inspirasi Global

Perempuan melalui Posyandu menjadi praktik terbaik (best practice) yang relevan secara global dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kiprah perempuan di Kota Semarang kembali menuai apresiasi, bahkan hingga ke tingkat internasional. Hal ini mencuat dalam peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui upacara di Halaman Balai Kota, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa peran perempuan di kota ini telah melampaui batas lokal dan menjadi sorotan dunia, khususnya dalam praktik pemberdayaan berbasis masyarakat.

Salah satu contoh nyata adalah kontribusi sekitar 16.000 kader Posyandu yang secara sukarela berperan aktif menjaga kesehatan warga. Dedikasi ini bahkan mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di California State University, Amerika Serikat.

“Ketika saya diundang di California State University, mereka sangat mengapresiasi bagaimana kader Posyandu mampu menjaga kesehatan masyarakat di lingkungannya. Ini menunjukkan bahwa rasa tanggung jawab sosial dapat tumbuh kuat dari masyarakat, terutama perempuan,” ungkap Agustina.

Pengakuan tersebut mempertegas bahwa peran perempuan melalui Posyandu menjadi praktik terbaik (best practice) yang relevan secara global dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas.

Tak hanya di bidang kesehatan, perempuan di Semarang juga aktif dalam gerakan lingkungan melalui program Semarang Wegah Nyampah. Bersama kader PKK dan berbagai komunitas, mereka mengelola bank sampah yang turut menggerakkan ekonomi masyarakat hingga mencapai Rp2,2 miliar.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memperkuat komitmen dengan membentuk 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di seluruh wilayah kota. Kelurahan ini menjadi ujung tombak dalam memberikan perlindungan sekaligus ruang pengembangan bagi perempuan dan anak.

“Perempuan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan motor perubahan. Ketika perempuan berdaya, keluarga akan kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan Semarang semakin maju,” tegasnya.

Momentum Hari Kartini kali ini menjadi pengingat bahwa kontribusi perempuan Semarang tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga mampu menginspirasi dunia. Pemkot pun terus mendorong perempuan untuk berani belajar, mengambil peran, dan memperluas kontribusi di berbagai sektor. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN