Udinus Cetak Sejarah 440 Lulusan FIK Resmi Kantongi Ijazah Blockchain di Wisuda ke-87

Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan di dunia profesional

SEMARANG, Jatengnews.id – Rangkaian Wisuda ke-87 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) memasuki hari kedua sekaligus penutupan dengan capaian membanggakan.

Sebanyak 440 lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer (FIK) resmi menyandang gelar baru dan mencatatkan diri sebagai angkatan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain.

Prosesi berlangsung khidmat di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang pada Kamis (30/04/2026). Hari penutup ini melibatkan tujuh program pendidikan mulai dari diploma, sarjana terapan, hingga sarjana di lingkungan FIK. Secara keseluruhan, Udinus meluluskan 841 wisudawan dalam dua hari pelaksanaan.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan di dunia profesional. Ia menekankan komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif melalui integrasi kurikulum dengan micro-credential international certification hasil kerja sama dengan Coursera.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di kelas, tetapi juga berkesempatan memperoleh sertifikat internasional dari platform global. Ini menjadi upaya kami menciptakan peluang yang setara bagi seluruh lulusan,” jelasnya.

Pendekatan ini terbukti berdampak nyata. Salah satu lulusan bahkan telah dipercaya menangani proyek profesional senilai Rp18 juta sebelum resmi diwisuda, menunjukkan kesiapan mereka bersaing di dunia kerja global.

Inovasi lain yang menjadi sorotan adalah penerapan ijazah berbasis blockchain. Teknologi ini memungkinkan verifikasi dokumen secara instan, transparan, dan diakui secara internasional.

Direktur Utama Indonesia Blockchain Center (IBC), Hambali, menyebut langkah ini sebagai lompatan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Menurutnya, integrasi blockchain yang didukung kerja sama internasional mampu mempercepat kemajuan Udinus jauh melampaui banyak perguruan tinggi lain.

Tak hanya itu, Udinus juga menjalin kolaborasi dengan Dubai Blockchain Center dan IBC untuk menghadirkan Blockchain Center di kampus. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kompetensi serta memanfaatkan peluang di industri global.

Momen haru juga hadir dari kisah Najma Amira Mumtaz, S.Kom., lulusan berprestasi dari Program Sarjana Teknik Informatika. Ia mengungkapkan bahwa perjalanannya dimulai dengan keraguan saat pertama kali memasuki dunia informatika.

“Awalnya saya merasa asing dengan bidang ini, tetapi berkat dukungan lingkungan dan ketekunan, saya bisa lulus tepat waktu dan bahkan bangga menjadi bagian dari penerima ijazah blockchain pertama,” ujarnya.

Selama kuliah, Najma aktif dalam program Student Mobility dan menyelesaikan studi di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) dengan predikat cumlaude. Ia juga produktif dalam riset Artificial Intelligence (AI) dan berencana melanjutkan studi magister dengan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan.

Wisuda kali ini juga menandai kelulusan pesepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan Alif Rifai, yang meraih gelar Sarjana Manajemen. Hal ini menjadi bukti bahwa Udinus memberikan fleksibilitas pendidikan serta dukungan beasiswa, sehingga mahasiswa—termasuk atlet profesional—dapat menyeimbangkan karier dan pendidikan.

Dengan berakhirnya Wisuda ke-87, Udinus tidak hanya meluluskan ratusan mahasiswa, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN