Sistem Kelistrikan 4 Lapis PLN Sukses Kawal Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur

PLN setiap tahun terus konsisten menjaga keandalan listrik di Candi Borobudur

MAGELANG, Jatengnews.id – PLN memberikan dukungan penuh untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik tepat pada perayaan Waisak yang jatuh pada Minggu (31/5/2026). Sebagai pusat ibadah umat Buddha, PLN setiap tahun terus konsisten menjaga keandalan listrik di Candi Borobudur.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) tersebut. Rangkaian acara ini berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/5/2026).

Menpar Widiyanti menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia. Menurutnya, peringatan Waisak tahun ini mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”. Tema ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di hari yang penuh berkah dan hikmah ini, kita kembali diingatkan pada esensi luhur Hari Suci Waisak. Nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya bukan sekadar fondasi spiritual, melainkan juga kompas moral yang menuntun kita untuk hidup dalam kedamaian, ketenteraman, dan cinta kasih tanpa batas. Keberagaman dan toleransi adalah identitas sekaligus kekuatan sejati Indonesia,” ujar Menpar Widiyanti.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, mengatakan bahwa PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jateng memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur dan sejumlah titik lainnya di Provinsi Jawa Tengah. PLN memfokuskan dukungan utama pada sistem kelistrikan andal berlapis empat serta menerjunkan personel siaga 24 jam selama dua hari persiapan dan perayaan, yakni 30–31 Mei 2026.

PLN memberikan dukungan kelistrikan tersebut karena rangkaian acara Waisak berlangsung secara bertahap dan melibatkan konsentrasi umat yang tinggi. Rangkaian acara meliputi prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, persembahan sarana puja di Altar Utama Candi Borobudur, Meditasi Waisak, Pradaksina, hingga Seremoni di Taman Lumbini.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem keandalan listrik empat lapis di venue utama Candi Borobudur dan sekitarnya. Sistem ini mengombinasikan dua sumber penyulang kelistrikan yang berbeda, Uninterruptible Power Supply (UPS) total 90 KVA, serta genset milik PLN dan milik pelanggan/ Event Organizer acara.

“Kami menerapkan sistem keandalan listrik empat lapis di venue Candi Borobudur dan sekitarnya, serta memberikan dukungan keandalan listrik dan personel yang bersiaga 24 jam di venue lain selama 2 hari perayaan (30–31/5). Kami berharap saudara-saudara umat Buddha dapat merayakan Waisak dengan khidmat dan nyaman,” ujar Bramantyo.

Selain di kawasan Candi Borobudur, PLN UID Jawa Tengah juga mengerahkan personel siaga di seluruh titik perayaan Waisak yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Tidak hanya di lokasi ibadah, PLN juga memberikan dukungan keandalan kelistrikan pada lokasi-lokasi penunjang strategis seperti kantor pemerintahan, bandara, stasiun, rumah sakit, serta fasilitas publik lainnya yang mengalami peningkatan aktivitas selama perayaan.

Seluruh personel bertugas secara bergilir selama 24 jam untuk memastikan tidak terjadi pemadaman atau gangguan tegangan yang dapat mengganggu jalannya prosesi ibadah.

Panitia pelaksana perayaan Waisak 2026 turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif PLN. Winson Gunawan, selaku perwakilan panitia acara dari Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), menyatakan bahwa kolaborasi dengan PLN menjadi faktor penting dalam kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

“Seluruh teknis acara berlangsung lancar, termasuk dari sisi kelistrikannya. Terima kasih kepada PLN yang sudah mendukung acara kami,” ungkap Winson.

Melalui dukungan penuh dari sektor kelistrikan ini, PLN berharap perayaan Waisak 2026 di wilayah Jawa Tengah dapat berlangsung aman, khidmat, dan memberikan pengalaman spiritual yang optimal bagi seluruh umat Buddha. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN