SEMARANG, Jatengnews.id – Ketua Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031, Helmi Tas’an Wartono, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan organisasi dalam memperkuat dunia usaha, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta mendorong perluasan lapangan kerja di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Helmi usai pelantikan pengurus Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 yang berlangsung di Semarang. Ia menjelaskan kepengurusan baru merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) Apindo Jawa Tengah yang digelar pada 15 April 2026 dan berlangsung secara lancar.
“Dalam Musprov tersebut, saya mendapatkan amanah secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan. Kepengurusan yang terbentuk saat ini diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan dedikasi tinggi untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan serta perjuangan Apindo di Jawa Tengah,” ujar Helmi, Rabu (03/06/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pendahulu Apindo Jawa Tengah periode 2021-2026 yang telah memberikan kontribusi besar bagi keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, berbagai sumbangsih tenaga, pemikiran, serta pengorbanan yang diberikan para pengurus sebelumnya telah membuat Apindo Jawa Tengah tetap berdiri kokoh dan menjadi mitra strategis pemerintah maupun dunia usaha.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendiri, pengurus, dan jajaran Apindo Jawa Tengah periode sebelumnya yang telah berjuang membesarkan organisasi ini. Perjuangan tersebut akan kami lanjutkan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Helmi menegaskan, kepengurusan Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 bersama jajaran di tingkat kabupaten dan kota berkomitmen meneruskan perjuangan organisasi dengan memperkuat ekosistem bisnis yang sehat, hubungan industrial yang harmonis, serta mendukung penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya salah satu tujuan investasi paling menarik di Indonesia. Keunggulan tersebut antara lain ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif, kondisi keamanan yang kondusif, kawasan industri yang terintegrasi, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta dukungan pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan dan kepastian berusaha.
“Selama satu dekade terakhir, Jawa Tengah berhasil menjadi magnet investasi strategis nasional. Prestasi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Karena itu, Apindo siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Di tengah tantangan ekonomi global dan meningkatnya tekanan geopolitik internasional, Helmi mengakui dunia usaha saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Banyak perusahaan, baik skala besar maupun kecil, yang harus berjuang menghadapi tekanan pasar, kenaikan biaya produksi, hingga ketidakpastian ekonomi.
“Bahkan tidak sedikit perusahaan yang akhirnya harus menghentikan usahanya karena tidak mampu lagi menahan berbagai tekanan yang terus meningkat. Dalam kondisi seperti ini, dunia usaha membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.
Menurut Helmi, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Dunia usaha tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah, akademisi, serikat pekerja, dan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi kehadiran berbagai pihak dalam acara pelantikan dan diskusi yang diselenggarakan Apindo Jawa Tengah. Mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, asosiasi, hingga pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Kehadiran para pemangku kepentingan ini merupakan kehormatan bagi Apindo Jawa Tengah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun Jawa Tengah sebagai daerah investasi yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain pelantikan pengurus, Apindo Jawa Tengah juga menggelar diskusi panel bertema *”Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik”*.
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kalangan akademisi, serta perwakilan dunia usaha.
Helmi berharap forum tersebut dapat menjadi wadah berbagi informasi, memperbarui wawasan mengenai kondisi ekonomi terkini, sekaligus melahirkan berbagai rekomendasi dan solusi yang dapat membantu pelaku usaha menghadapi tantangan global.
“Kami berharap diskusi ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia, tetapi juga menjadi ruang dialog yang produktif bagi seluruh peserta untuk mencari solusi bersama demi menjaga daya saing dunia usaha di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 sekaligus menjadi penegasan komitmen organisasi untuk terus berperan aktif dalam menjaga iklim usaha yang sehat, meningkatkan investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W. Kamdani, menyampaikan optimismenya terhadap regenerasi kepemimpinan di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APINDO Jawa Tengah yang dinilai menjadi momentum penting untuk melanjutkan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus DPD APINDO Jawa Tengah periode 2026–2031 di Semarang, Shinta mengungkapkan rasa syukur atas proses transisi kepemimpinan yang berlangsung lancar. Ia menyebut keberhasilan regenerasi tersebut tidak lepas dari dedikasi almarhum Tris Kongki yang selama ini menjadi sosok sentral dalam membangun organisasi.
“Saya menyaksikan langsung proses regenerasi kepemimpinan di Jawa Tengah. Ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengabdian panjang Pak Tris Kongki yang kita cintai bersama. Tidak mudah mencari pengusaha muda yang mau berorganisasi dan mendedikasikan waktunya untuk membangun perekonomian daerah,” ujar Shinta.
Menurutnya, keberhasilan menemukan penerus kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan organisasi yang harus terus menjaga kesinambungan. Ia menegaskan APINDO akan terus mencari dan mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru dari kalangan pengusaha yang memiliki komitmen terhadap pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.
Shinta juga menyoroti perkembangan ekonomi Jawa Tengah yang dinilainya menunjukkan transformasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain dikenal memiliki budaya kerja yang kuat dan nilai-nilai sosial seperti gotong royong serta kerukunan, Jawa Tengah kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ketika saya tiba di Semarang, saya tidak hanya melihat kemajuan fisik dan pembangunan, tetapi juga melihat sikap kerja keras, kesabaran, serta nilai-nilai masyarakat Jawa Tengah yang menjadi kekuatan besar daerah ini,” katanya.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 38 juta jiwa dan didukung sekitar 68 persen usia produktif, Jawa Tengah memiliki modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor industri pengolahan saat ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi sekitar 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Selain itu, keterhubungan Jawa Tengah dengan pasar global juga terus meningkat melalui aktivitas ekspor dan masuknya investasi baru di berbagai kawasan industri yang tersebar di Semarang, Kendal, Batang, Solo, dan sejumlah daerah lainnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibangun APINDO bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja dan pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara dunia usaha, pekerja, dan pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang saat ini berada di atas rata-rata nasional.
“Selamat bekerja dan selamat mengemban amanah kepada seluruh pengurus APINDO Jawa Tengah. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Karena itu kita patut optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Indonesia akan semakin maju,” ujarnya.
Taj Yasin menegaskan keberadaan para pengusaha memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak investasi yang masuk, maka semakin besar pula peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 5,89 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kontributor terbesar masih berasal dari sektor manufaktur dan industri padat karya.
“Di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, sektor padat karya harus terus diperkuat. Jawa Tengah memiliki keunggulan pada kualitas tenaga kerja yang dikenal memiliki loyalitas dan komitmen tinggi terhadap perusahaan,” katanya.
Menurut Taj Yasin, banyak investor yang tertarik menanamkan modal di Jawa Tengah karena faktor sumber daya manusia yang produktif serta iklim investasi yang semakin kondusif. Karena itu pemerintah provinsi terus mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai wilayah.
Selain kawasan industri yang sudah berkembang seperti di Kendal, Batang, dan Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mulai mengkaji pengembangan kawasan industri baru di wilayah Pantai Selatan guna menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin seluruh kawasan industri di Jawa Tengah tumbuh bersama. Ke depan, potensi wilayah selatan juga akan dikembangkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan tertentu,” jelasnya.
Pemprov Jawa Tengah juga tengah mendorong penguatan infrastruktur logistik dan transportasi, termasuk integrasi kawasan industri dengan jaringan kereta api barang. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat daya saing Jawa Tengah sebagai tujuan investasi nasional maupun internasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, APINDO Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga iklim investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Tengah.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


