SALATIGA, Jatengnews.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga menggelar simulasi tanggap darurat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel keamanan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambarawa pada Rabu (3/6/2026) tersebut mencakup simulasi penanganan gangguan keamanan, huru-hara, hingga penanggulangan kebakaran.
Simulasi diikuti oleh seluruh personel keamanan dari PLN ULP Ambarawa, ULP Salatiga Kota, dan ULP Ungaran. Untuk memperkuat kompetensi peserta, PLN menghadirkan Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, SH, MH, serta tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang sebagai narasumber dan instruktur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengamanan objek vital, langkah-langkah preventif dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, serta praktik penanganan situasi huru-hara sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi penanganan awal kebakaran guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan apabila terjadi keadaan darurat.
Manager PLN UP3 Salatiga, Vicky Reandry Faradian, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keamanan aset ketenagalistrikan sekaligus memastikan keselamatan pegawai dan masyarakat.
“Keandalan layanan kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel keamanan memahami prosedur yang tepat sehingga mampu bertindak cepat, sigap, dan profesional dalam setiap situasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, SH, MH, mengapresiasi langkah PLN yang secara aktif meningkatkan kapasitas personel pengamanan melalui pelatihan dan simulasi.
“Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam penanganan setiap potensi gangguan keamanan. Personel keamanan memiliki kewenangan terbatas di lingkupnya, sehingga kami berharap seluruh personel PLN terus meningkatkan kemampuan deteksi dini, komunikasi, dan koordinasi agar mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko yang dapat mengganggu operasional perusahaan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Sasongko, juga menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai penanggulangan kebakaran bagi petugas keamanan sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan lingkungan kerja.
Melalui simulasi tanggap darurat ini, PLN UP3 Salatiga berharap seluruh personel keamanan memiliki pemahaman yang lebih baik terkait prosedur keselamatan dan keamanan, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko.
Dengan sinergi bersama aparat kepolisian dan pemadam kebakaran, PLN terus berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat serta menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


