Akhirussanah KB-TK IT Mutiara Hati Semarang, 12 Siswa Berhasil Tuntaskan Hafalan Juz 30

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sekolah untuk menampilkan berbagai capaian peserta didik selama satu tahun pembelajaran

SEMARANG, Jatengnews.id – KB-TK IT Mutiara Hati Semarang menggelar kegiatan Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Bahagia Meneladani Nabi Muhammad SAW” di Gedung Merapi Hotel Grasia Semarang, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sekolah untuk menampilkan berbagai capaian peserta didik selama satu tahun pembelajaran.

Kepala Sekolah KB-TK IT Mutiara Hati Semarang, Sarri Andriyani, S.Pd., mengatakan Akhirussanah merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi penutup tahun ajaran, tetapi juga ajang menampilkan perkembangan dan prestasi anak-anak selama mengikuti pendidikan di KB-TK IT Mutiara Hati Semarang.

Menurutnya, capaian tahun ini menunjukkan hasil yang membanggakan, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Sebanyak 12 peserta didik berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30, sekaligus menjadi capaian terbaik yang pernah diraih sekolah.

“Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, kami berhasil meluluskan 12 anak yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30. Selain itu, capaian kemampuan Qiroati anak-anak juga menjadi yang tertinggi selama ini. Ini merupakan prestasi yang luar biasa karena pada tahun-tahun sebelumnya jumlah anak yang mencapai target tersebut selalu di bawah 10 orang,” ujar Sarri saat diwawancara jatengnews.id

Ia menjelaskan, jumlah peserta didik yang mengikuti Akhirussanah tahun ini terdiri atas 37 anak Kelompok Bermain (KB) dan 55 anak Taman Kanak-kanak (TK). Berbagai penampilan yang disuguhkan dalam acara merupakan hasil kreativitas anak-anak yang didampingi langsung oleh guru kelas masing-masing.

Mulai dari pemilihan instrumen musik, gerakan tari, latihan harian, hingga penyiapan kostum dilakukan bersama para guru. Menurut Sarri, penampilan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka ikuti selama satu tahun.

KB-TK Mutiara Hati Semarang
Penampilan para siswa TK Mutiara Hati Semarang. (Foto: dok/sekolah)

Selain itu, penampilan di hadapan orang tua dan tamu undangan juga menjadi bagian dari stimulasi perkembangan fisik dan motorik anak. Melalui gerak dan lagu, anak-anak belajar membangun rasa percaya diri, keberanian tampil di depan umum, serta mengembangkan kemampuan motoriknya.

Di akhir sambutannya, Sarri mengajak para orang tua untuk terus mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka, baik dari aspek akademik, fisik, maupun sosial emosional.

“Selama masa libur sekolah satu bulan ke depan, kami berharap orang tua tetap memberikan pendampingan dan stimulasi positif di rumah. Dengan begitu, ketika memasuki tahun ajaran baru, anak-anak akan lebih siap untuk belajar kembali bersama guru dan teman-temannya,” katanya.

Sementara itu, mewakili wali murid, Via Amalia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Yayasan Mutiara Hati Semarang, khususnya KB dan TK IT Mutiara Hati, yang telah menjadi tempat belajar dan bertumbuh bagi anak-anak.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Mutiara Hati, khususnya KB dan TK IT Mutiara Hati, yang telah menjadi rumah kedua bagi anak-anak kami. Di tempat ini mereka tidak hanya belajar, tetapi juga bertumbuh dan mengenal nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Via juga memberikan apresiasi kepada para ustazah yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang selama proses belajar mengajar.

“Terima kasih kepada para ustazah atas kesabaran dan kasih sayang dalam mendidik anak-anak kami. Mereka telah mengenalkan huruf, mengajarkan doa-doa, membimbing ibadah, serta menenangkan anak-anak saat menghadapi berbagai tantangan dalam proses belajar,” tuturnya.

Menurut Via, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sosok yang membantu membentuk karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri anak sejak usia dini. Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama di sekolah dapat terus menjadi bekal bagi anak-anak dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN