BI Jateng Perkuat Literasi Rupiah Bersama 7 Pemda, Expo 54 UMKM Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

MAGELANG, Jatengnews.id – Gelaran Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2026 kembali menghadirkan lebih dari sekadar ajang olahraga lari.

Diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat edukasi masyarakat mengenai Rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan salah satu agenda penting dalam penyelenggaraan RBP 2026 adalah penandatanganan Nota Kesepakatan Peningkatan Literasi Rupiah bersama tujuh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah hingga ke tingkat pemerintah daerah. Dengan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota, berbagai program sosialisasi dan edukasi mengenai Rupiah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Rupiah, bukan hanya sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, dihormati, dan dibanggakan bersama,” ujar Noor Nugroho.

Ia menjelaskan, penguatan literasi Rupiah merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami pentingnya memperlakukan uang Rupiah dengan baik, mengenali keasliannya, serta menggunakan Rupiah secara bijaksana dalam setiap aktivitas ekonomi.

Dengan adanya nota kesepakatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi mitra aktif Bank Indonesia dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, komunitas, pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Selain penguatan literasi Rupiah, RBP 2026 juga menghadirkan Expo UMKM yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi peserta maupun wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur. Sebanyak 54 UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten ambil bagian dalam pameran tersebut.

Puluhan pelaku usaha tersebut menampilkan beragam produk unggulan khas Jawa Tengah, mulai dari aneka kuliner tradisional dan modern, produk fesyen, kriya, kerajinan tangan, hingga perlengkapan olahraga. Kehadiran expo memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Menurut Noor Nugroho, Expo UMKM tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi sarana memperluas akses pasar serta meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat. Besarnya jumlah peserta lari dan wisatawan yang hadir memberikan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen baru sekaligus memperluas jejaring usaha.

“Melalui Expo UMKM, kami berharap produk-produk unggulan Jawa Tengah semakin dikenal luas, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah. Momentum ini juga diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan membuka peluang kerja sama bisnis bagi para pelaku UMKM,” katanya.

Bank Indonesia optimistis penyelenggaraan Expo UMKM tahun ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Mengacu pada capaian penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2025, peningkatan jumlah tenant pada tahun ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi acara terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, kehadiran lebih banyak UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal melalui promosi yang lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Rupiah Borobudur Playon 2026 menjadi bukti bahwa sebuah ajang olahraga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat multidimensi.

Selain mengampanyekan gaya hidup sehat, acara ini juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya mencintai Rupiah, mendukung pemberdayaan UMKM, menggerakkan sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat, Rupiah Borobudur Playon diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menarik minat para pelari, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi Jawa Tengah.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN