SEMARANG, Jatengnews.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus berkontribusi dalam mendorong pengembangan Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menjadi desa wisata berbasis edukasi yang berkelanjutan.
Program yang diketuai Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd. bersama tim ini bertujuan mengoptimalkan berbagai potensi Desa Jatirejo, mulai dari kekayaan alam, sektor pertanian, UMKM, hingga kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.
Potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi, meski pengelolaannya masih perlu diperkuat agar memenuhi standar desa wisata edukatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan analisis situasi untuk memetakan potensi dan tantangan di lapangan. Hasilnya kemudian menjadi dasar penyusunan konsep pengembangan desa wisata, penyusunan paket wisata edukasi, serta strategi pengelolaan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM UPGRIS memberikan pelatihan mengenai manajemen desa wisata, teknik pemanduan wisata, pelayanan (hospitality), digital marketing, hingga pendampingan kepada pelaku UMKM dan kelompok tani. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mengubah potensi lokal menjadi atraksi wisata edukatif yang menarik dan siap dipasarkan.
Kegiatan bersama masyarakat Desa Jatirejo yang digelar pada Minggu, 5 Juli 2026, berlangsung antusias. Warga mengikuti berbagai sesi pelatihan dan diskusi sebagai langkah nyata memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola desa wisata.
Salah satu pengelola Desa Wisata Jatirejo, Shodiqin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PKM UPGRIS atas dukungan yang telah diberikan kepada desa.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat UPGRIS yang terus mendampingi Desa Wisata Jatirejo. Dukungan yang diberikan tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pendampingan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan desa wisata kami,” ujarnya.
Shodiqin menambahkan, pada awal 2026 tim pengabdian UPGRIS juga membawa rombongan mahasiswa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat selama kurang lebih satu pekan di Desa Jatirejo. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus memperluas jejaring kerja sama desa wisata.
Selain itu, melalui program pengabdian, tim UPGRIS juga memberikan bantuan berupa panel surya yang dipasang di kantor sekretariat Desa Wisata Jatirejo. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi listrik sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan energi baru terbarukan bagi masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung.
Menurut Shodiqin, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Desa Jatirejo sebagai desa wisata edukasi yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


