PEMALANG, Jatengnews.id – Universitas Diponegoro (Undip) resmi menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 130 di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Rabu (8/7/2026).
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi Undip dalam mendukung pembangunan desa sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Kegiatan penerjunan dihadiri Kepala Desa Penakir Agus Riyadi beserta jajaran perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng., serta seluruh mahasiswa peserta KKN-T 130.
Dalam sambutannya, Fahmi Arifan berharap mahasiswa dapat membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, beradaptasi dengan lingkungan desa, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
KKN-T 130 Desa Penakir diikuti 34 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro, yakni Sekolah Vokasi (SV), Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), serta Fakultas Hukum (FH).
Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam mengidentifikasi potensi desa sekaligus membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Pelaksanaan KKN-T berlangsung selama 45 hari dengan Faza Achmad Baihaqi sebagai Koordinator Desa. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Penakir, lembaga kemasyarakatan, kelompok tani, kader kesehatan, karang taruna, pelaku UMKM, dan berbagai elemen masyarakat untuk menjalankan program pemberdayaan yang telah disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan desa.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Penakir sebagai Upaya Pemulihan Dampak Bencana di Kabupaten Pemalang melalui Pengelolaan Air Bersih dan Optimalisasi Pertanian”, mahasiswa akan melaksanakan sejumlah program yang berfokus pada peningkatan kualitas pengelolaan air bersih, optimalisasi sektor pertanian, pengembangan produk olahan hasil pertanian bernilai tambah, pendampingan pemanfaatan potensi lokal, serta berbagai kegiatan edukasi dan sosial guna mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Seluruh program dirancang dengan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan kondisi dan potensi Desa Penakir.
Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, KKN-T juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama lintas disiplin, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Penakir, dan masyarakat, pelaksanaan KKN-T 130 diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabencana, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan air bersih dan pengembangan sektor pertanian, sekaligus mendorong terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (01).
Penulis: Tim KKN
Editor: Shodiqin


