Pesan Penting Rektor UIN Walisongo untuk Ribuan Mahasiswa KKN: Bantu Desa Berkembang, Tetap Waspada

KKN tersebut berlangsung selama 45 hari, para mahasiswa akan menjalankan pengabdian di puluhan desa dengan fokus mendorong ekonomi kreatif, literasi kesehatan, dan inovasi sosial berbasis desa.

SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 3.323 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 dan KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) Tahun 2026.

KKN tersebut berlangsung selama 45 hari, para mahasiswa akan menjalankan pengabdian di puluhan desa dengan fokus mendorong ekonomi kreatif, literasi kesehatan, dan inovasi sosial berbasis desa.

KKN MIT ke-22 dan KKN MMK Tahun 2026 akan berlangsung sejak 21 Juli hingga 3 September 2026.

Program KKN MIT mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi menegaskan, KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa identitas dan nilai-nilai UIN Walisongo di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjaga nama baik almamater sekaligus mengambil inspirasi dari nilai-nilai Walisongo dalam membangun kehidupan bersama masyarakat.

“Mahasiswa UIN Walisongo harus mengekspresikan visi kampus, sebagai bagian dari masyarakat kampus, masyarakat Islam, sekaligus membawa nama besar Walisongo. Mereka harus menjaga identitas dan mengambil inspirasi dari Walisongo dalam hidup bersama masyarakat,” kata Musahadi usai memberikan pembekalan KKN di Gedung Audit dua kampus tiga UIN Walisongo, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan tema KKN tahun ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Ketiga fokus utama, yakni pemberdayaan ekonomi kreatif, literasi kesehatan, dan inovasi sosial, diharapkan mampu menjadi pintu masuk mahasiswa untuk ikut memperkuat pembangunan desa.

Musahadi menegaskan, kehadiran mahasiswa bukan sebagai pihak yang datang membawa bantuan semata, melainkan menjadi mitra masyarakat dalam mencari solusi bersama.

“Mahasiswa KKN bukan datang untuk memberi sesuatu kepada masyarakat. Mereka adalah tenaga muda yang segar, sumber daya baru yang bisa berdiskusi dan bersama-sama masyarakat mencari jalan untuk memberdayakan desa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan setiap lokasi KKN memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sebelum mahasiswa diterjunkan, UIN Walisongo terlebih dahulu melakukan asesmen bersama pemerintah daerah.

Diskusi dilakukan bersama pemerintah kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa agar program yang dijalankan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Setiap kabupaten memiliki penekanan yang berbeda. Program KKN disusun berdasarkan hasil diskusi bersama pemerintah daerah, camat hingga kepala desa, sehingga tidak selalu seragam,” jelasnya.

Keselamatan Mahasiswa Jadi Perhatian

Selain mendorong kontribusi nyata di masyarakat, Musahadi juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan mahasiswa selama menjalani KKN.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan potensi bahaya di lapangan dan selalu mengedepankan mitigasi risiko, terutama belajar dari sejumlah musibah yang pernah terjadi pada pelaksanaan KKN sebelumnya.

“Saya sudah menekankan kepada para mahasiswa agar tidak sembrono dan lebih berhati-hati. Kelengahan bisa berdampak fatal. Mahasiswa memang anak-anak muda, tetapi kewaspadaan dan mitigasi risiko harus menjadi perhatian agar pengalaman-pengalaman yang kurang menggembirakan sebelumnya tidak terulang,” tegasnya.

Sebanyak 213 posko KKN MIT akan ditempatkan di 15 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Sementara KKN MMK dilaksanakan melalui 9 posko di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung.

Seluruh peserta KKN berasal dari delapan fakultas di UIN Walisongo, ditambah delegasi mahasiswa dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Selama pelaksanaan, mereka akan didampingi 112 dosen pembimbing lapangan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN