SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di wilayah Jawa Tengah pada periode Rabu (15/7/2026) pukul 19.00 WIB hingga Kamis (16/7/2026) pukul 07.00 WIB didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang relatif kering di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pengamatan BMKG pada Rabu (15/7/2026) pukul 18.00 WIB, kondisi cuaca di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang terpantau cerah berawan. Suhu udara tercatat mencapai 29,6 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 68 persen dan angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per jam.
Secara umum, angin di wilayah Jawa Tengah diprakirakan bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3–20 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 14–30 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 75–95 persen.
Untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar 23–29 derajat Celsius, dengan kelembapan antara 75–95 persen.
Sementara itu, mayoritas daerah di Jawa Tengah juga diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Beberapa wilayah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, dan Surakarta diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan.
Adapun wilayah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, Mungkid, dan Ambarawa diperkirakan mengalami kondisi berawan.
Selain kondisi cuaca di daratan, BMKG juga mengeluarkan prakiraan tinggi gelombang laut. Tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah diperkirakan berkisar 0,5–2,5 meter, sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah mencapai 1,25–2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, sektor pertanian, kehutanan, serta pelaku pelayaran dan nelayan, agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kondisi gelombang laut yang dapat memengaruhi aktivitas di perairan.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


