SEMARANG, Jatengnews.id – Harga daging sapi di Jawa Tengah mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh menurunnya populasi sapi potong sebagai dampak serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Desilva Tavares, mengatakan berkurangnya populasi ternak menyebabkan pasokan sapi ke pasar menurun sehingga berdampak pada kenaikan harga daging.
“Harga daging naik itu karena memang populasinya untuk sapi, kambing, dan domba menurun. Terutama sapi, populasinya menurun karena kemarin ada serangan PMK, sehingga suplai juga tidak banyak,” kata Defransisco kepada Jatengnews.id.
Menurutnya, penurunan populasi sapi semakin terasa setelah momentum Iduladha. Jumlah sapi yang siap dipotong kini lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
“Puncaknya pada saat Iduladha. Kalau dilihat dari sisi pemotongan, khususnya sapi, memang jumlahnya lebih sedikit sehingga penurunannya cukup banyak,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan, Distanak memastikan ketersediaan daging sapi di Jawa Tengah masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Distanak Jawa Tengah, pada Juni 2026 ketersediaan daging sapi dan kerbau mencapai 10.241 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 6.881 ton. Dengan demikian, Jawa Tengah masih mencatat surplus pasokan sekitar 3.360 ton.
Sementara itu, potensi stok sapi potong di Jawa Tengah pada triwulan II 2026 mencapai 752.575 ekor dari total populasi sapi potong sebanyak 2.820.557 ekor. Potensi tersebut dihitung dari sapi jantan dewasa, 50 persen sapi jantan muda, serta sapi betina afkir.
Distanak juga mencatat penurunan populasi sapi potong siap jual terjadi di sejumlah sentra perdagangan ternak, seperti Boyolali dan Wonogiri. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah pemasok sapi untuk daerah konsumsi, antara lain Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Magelang.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Distanak telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek. Salah satunya dengan menerima audiensi bersama pedagang daging sapi Kota Semarang dan menjembatani komunikasi dengan pelaku usaha sapi potong di Jawa Timur agar pasokan sapi dapat masuk ke Jawa Tengah.
Selain itu, Distanak juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten yang menjadi sentra peternakan sapi potong di Jawa Tengah untuk mengidentifikasi stok sapi yang masih berpotensi didistribusikan ke daerah dengan tingkat kebutuhan tinggi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap langkah-langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga daging sapi di pasaran dalam beberapa waktu mendatang.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


