KARANGANYAR, Jatengnews.id – Longsor yang menutup jalan penghubung antara Dusun Blanteng dan Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, mengakibatkan 18 rumah jamur terisolasi.
Hingga Selasa (14/7/2026), proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiarjo, mengatakan pembersihan material longsor melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta warga setempat. Alat berat diterjunkan untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor.
Berdasarkan laporan BPBD Karanganyar, longsor terjadi pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.45 WIB di Jalan Kuryo–Tawang yang menghubungkan Dusun Blanteng dan Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.
“Hingga saat ini proses pembukaan akses jalan akibat tanah longsor masih terus kami lakukan,” ujar Sugiarjo.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika warga mendengar suara gemuruh dari arah tebing. Setelah dilakukan pengecekan, jalan penghubung antardusun diketahui telah tertutup material longsor. Dugaan sementara, longsor dipicu oleh meluapnya saluran irigasi pertanian di atas tebing yang tersumbat sehingga menyebabkan badan jalan ambrol.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan penghubung antardusun terputus dan sebanyak 18 rumah jamur di kawasan tersebut terisolasi, sehingga aktivitas warga terganggu.
Saat ini, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi bencana. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta menghindari area longsoran demi menjaga keselamatan.
Sugiarjo menambahkan, nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD Karanganyar.
“Pemerintah berharap proses pembersihan segera rampung sehingga akses jalan penghubung Dusun Blanteng dan Dusun Tawang dapat kembali dilalui masyarakat,”pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N


