Cerita Warga Lawu Datang ke Kantor Gubernur Jateng Karena Khawatir Geotermal Rusak Lingkungannya

Mereka mengaku datang langsung ke Semarang untuk menyuarakan kekhawatirannya atas dampak proyek tersebut terhadap lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

SEMARANG, Jatengnews.id –  Penolakan terhadap rencana proyek panas bumi (geotermal) di lereng Gunung Lawu menjadi salah satu alasan warga Karanganyar bertahan mengikuti aksi demonstrasi selama tiga hari lalu di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Mereka mengaku datang langsung ke Semarang untuk menyuarakan kekhawatirannya atas dampak proyek tersebut terhadap lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

Salah seorang warga Karanganyar, Yuni Oleng (48) mengatakan, penolakan terhadap proyek geotermal bukanlah persoalan baru. Menurutnya, rencana pembangunan pembangkit panas bumi di kawasan Gunung Lawu telah muncul sejak 2018.

“Proyeknya itu sempat ditutup karena kita tolak. Tapi akhir-akhir ini bergeser ke daerah lain, Jenawi, lereng Gunung Lawu,” kata Yuni saat ditemui pada saat aksi Jateng Guyub di Kota Semarang, Jumat (24/7/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, perpindahan lokasi rencana proyek ke wilayah Jenawi membuat warga kembali bergerak menyuarakan penolakan. Kali ini, aspirasi tersebut dibawa langsung ke depan Kantor Gubernur Jateng agar didengar pemerintah provinsi.

Menurut Yuni, masyarakat belum melihat proyek geotermal sebagai solusi atas persoalan energi. Di sisi lain, mereka justru khawatir pembangunan tersebut akan menimbulkan dampak buruk bagi kawasan pegunungan yang selama ini menjadi penyangga kehidupan warga.

“Geotermal itu belum bisa menjadi solusi masalah listrik,” nilainya.

Menurutnya, kekhawatiran warga berkaca dari kondisi di kawasan dataran tinggi Dieng. Mereka menilai aktivitas panas bumi berpotensi memunculkan persoalan lingkungan, mulai dari gas beracun, berkurangnya kesuburan tanah, hingga menyusutnya sumber mata air.

“Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat kami menolak,” tegasnya.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN