UPGRIS Turunkan 1.130 Mahasiswa KKN untuk Dampingi Desa di Empat Kabupaten Jateng

Selama lebih dari satu bulan, mereka akan mendampingi warga di empat kabupaten di Jawa Tengah

SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 1.130 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) siap terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.

Selama lebih dari satu bulan, mereka akan mendampingi warga di empat kabupaten di Jawa Tengah dengan membawa berbagai program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “KKN UPGRIS Berdampak”, para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, hingga literasi digital.

Penerjunan mahasiswa dilakukan di Gedung Balairung UPGRIS pada Rabu (29/7/2026). Para peserta akan melaksanakan KKN hingga 2 September 2026 di Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo menegaskan bahwa KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

“KKN merupakan ruang pembelajaran yang sesungguhnya. Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu dengan realitas kehidupan masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecanggihan teori, tetapi dari sejauh mana ilmu mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, mahasiswa hadir bukan untuk mengambil alih peran masyarakat, melainkan menjadi pendamping yang membantu mengembangkan potensi lokal melalui inovasi, edukasi, dan pemberdayaan.

Selain itu, Rektor juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga etika, sikap, dan profesionalisme selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, setiap mahasiswa merupakan representasi UPGRIS yang membawa nama baik kampus di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN UPGRIS, Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan tema “UPGRIS Berdampak” dipilih agar kegiatan KKN benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Program yang dijalankan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, promosi kesehatan, pengelolaan lingkungan, penguatan UMKM dan kewirausahaan, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkoba, percepatan penanganan stunting, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Sebanyak 34 dosen pembimbing lapangan akan mendampingi mahasiswa yang ditempatkan di Kecamatan Bergas, Ambarawa, Plantungan, Mranggen, Karangawen, dan Gubug.

Tak hanya berfokus pada pelaksanaan program di lapangan, hasil KKN juga akan didokumentasikan melalui publikasi media massa, artikel ilmiah, video kegiatan, ekspo hasil pengabdian, serta laporan sebagai bentuk diseminasi praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, UPGRIS berharap program KKN tidak berhenti sebagai kegiatan akademik tahunan, tetapi mampu meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN