Cegah Stunting Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Dukung Kelas Ibu Hamil di Desa Lemahireng

Mahasiswa KKN berkolaborasi dengan bidan desa dan Posyandu untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan kehamilan dan pencegahan stunting.

Semarang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 berpartisipasi dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil yang diselenggarakan Bidan Desa bersama Posyandu Desa Lemahireng di Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan sekaligus memperkuat pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Sebanyak delapan ibu hamil mengikuti kegiatan yang berisi edukasi kesehatan, diskusi, dan praktik senam hamil. Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo merupakan bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Ketua penyelenggara Kelas Ibu Hamil, Wiwit, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan membekali ibu hamil dengan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan.

Materi yang disampaikan meliputi pencegahan stunting sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi ibu hamil, pengenalan tanda bahaya kehamilan, serta praktik senam hamil untuk menjaga kebugaran dan mempersiapkan kondisi fisik menjelang persalinan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi selama kehamilan.

“Stunting dapat dicegah sejak dini apabila ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya, menjaga asupan gizi, serta memahami tanda bahaya kehamilan. Melalui kelas ibu hamil ini, kami berharap para ibu semakin siap menjalani kehamilan yang sehat sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Wiwit.

Sementara itu, kader Posyandu Desa Lemahireng, Minarsih, mengatakan bahwa Kelas Ibu Hamil tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi kesehatan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarcalon ibu.

“Kami berharap para peserta dapat menerapkan materi yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan mengenai gizi, tanda bahaya kehamilan, dan persiapan persalinan sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu maupun bayi,” katanya.

Koordinator Desa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25, Dzaki Bachtiar, mengapresiasi Bidan Desa dan Posyandu Desa Lemahireng yang telah melibatkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi pengalaman berharga dalam mendukung program kesehatan masyarakat secara langsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bidan Desa dan Posyandu Desa Lemahireng yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKN untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata sekaligus belajar langsung dari masyarakat dan tenaga kesehatan,” ujar Dzaki.

Melalui kolaborasi antara Bidan Desa, Posyandu, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, kegiatan Kelas Ibu Hamil di Desa Lemahireng diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.

Edukasi yang diberikan juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Kabupaten Semarang.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN