Edukasi Jentik Nyamuk, Mahasiswa KKN Undip Ajak Anak Cegah DBD

Anak-anak juga diperkenalkan dengan gerakan 3M Plus sebagai salah satu langkah pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menampung air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.

SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dikenalkan sejak usia dini. Hal itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Universitas Diponegoro (Undip) Desa Kalongan melalui edukasi pengenalan dan pemeriksaan jentik nyamuk bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Kegiatan tersebut digelar di Perumahan Delta Asri, RW 14 RT 06, Desa Kalongan, pada Jumat (25/7/2026). Bertempat di rumah salah satu warga, kegiatan diikuti anak-anak berusia 6–12 tahun dan menjadi bagian dari program kerja mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat.

Program yang digagas Tim KKN Undip, tersebut mengajak anak-anak mengenali bahaya perkembangbiakan nyamuk yang dapat menularkan DBD.

Anak-anak Diajak Kenali Jentik Nyamuk

Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diajak belajar secara interaktif. Mereka dikenalkan dengan ciri-ciri jentik nyamuk dan mempraktikkan cara sederhana memeriksa tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Anak-anak juga diperkenalkan dengan gerakan 3M Plus sebagai salah satu langkah pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menampung air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.

Ketua RT 06 Perumahan Delta Asri, Ibu Adi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai kebersihan dan pencegahan penyakit perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat, terutama generasi muda, terbiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga menilai keterlibatan anak-anak dalam pemeriksaan jentik dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Pengetahuan Diharapkan Menular ke Keluarga

Dukungan juga disampaikan Ibu Erna, warga yang rumahnya digunakan sebagai lokasi kegiatan. Ia mengaku senang rumahnya dapat menjadi tempat anak-anak berkumpul sekaligus memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat.

Ibu Erna berharap pengetahuan yang diperoleh anak-anak tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Ia ingin anak-anak dapat menerapkannya di lingkungan rumah dan membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga masing-masing.

Dengan demikian, upaya pencegahan DBD di lingkungan RT 06 diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dengan melibatkan seluruh anggota keluarga.

Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pencegahan penyakit menular berbasis vektor.

Selain itu, kegiatan tersebut berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa KKNT IDBU 26 Universitas Diponegoro Desa Kalongan berharap anak-anak dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu mendorong kemandirian masyarakat dalam mencegah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor   : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN