SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU-52 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi mitigasi kebakaran dan pengelolaan sampah organik bagi siswa-siswi TK Pertiwi 07 Kelurahan Mijen, Kota Semarang, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk mengenalkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif dan praktik langsung agar mudah dipahami serta menyenangkan bagi anak-anak.
Anak usia dini dinilai perlu mendapatkan pengenalan mengenai keselamatan sejak awal, termasuk langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah juga penting ditanamkan agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukatif mengenai mitigasi kebakaran dan pengelolaan sampah organik. Melalui gambar, animasi, dan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak, mahasiswa memperkenalkan penyebab kebakaran, cara mencegahnya, langkah penyelamatan diri saat terjadi kebakaran, serta pentingnya memilah dan mengolah sampah organik.
Setelah menyaksikan materi edukasi, siswa-siswi diajak mengikuti simulasi evakuasi kebakaran yang dipandu oleh guru dan mahasiswa KKN. Anak-anak belajar untuk tetap tenang, merundukkan badan guna menghindari asap, menutup hidung, serta mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Simulasi dilakukan secara bertahap sehingga setiap anak dapat memahami dan mempraktikkan prosedur keselamatan dengan baik. Kegiatan tersebut juga mengajarkan pentingnya mendengarkan arahan guru dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
Tak berhenti pada simulasi evakuasi, mahasiswa KKN juga mengenalkan teknik penanganan api berdasarkan kondisi kebakaran. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa api kecil dapat ditangani dengan cara sederhana apabila situasi aman, sementara kebakaran yang lebih besar membutuhkan penanganan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh orang dewasa atau petugas yang berwenang.
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa mengajak siswa mengikuti simulasi pemadaman api sederhana yang telah disesuaikan dengan usia dan aspek keselamatan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun keberanian sekaligus menanamkan pemahaman bahwa keselamatan harus menjadi prioritas ketika menghadapi kebakaran.
Selain mitigasi bencana, mahasiswa juga mengajak anak-anak mengenal cara sederhana menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah organik. Para siswa mempraktikkan langsung memasukkan sampah organik berupa daun kering ke dalam komposter.
Mahasiswa menjelaskan bahwa daun kering tidak harus dibuang begitu saja karena dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Pengelolaan tersebut juga dapat membantu mengurangi penumpukan sampah organik yang berpotensi menjadi sumber masalah lingkungan, termasuk risiko kebakaran ketika kondisi lingkungan kering.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemasangan poster edukasi mengenai mitigasi kebakaran dan pengelolaan sampah organik di setiap ruang kelas. Poster tersebut dipasang bersama siswa-siswi sehingga dapat menjadi media pengingat yang terus terlihat selama kegiatan belajar mengajar.
Guru TK Pertiwi 07, Murochati, mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN Undip tersebut. Menurutnya, penggunaan video dan praktik langsung membuat materi lebih mudah diterima oleh anak-anak.
“Materi yang diberikan sangat mudah dipahami oleh anak-anak karena disampaikan melalui video dan praktik langsung. Simulasi kebakaran membuat mereka mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi siswa-siswi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik IDBU-52 Undip berharap pengetahuan mengenai mitigasi bencana dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini. Edukasi yang dikemas secara interaktif juga diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan pengelolaan sampah organik.
Dengan memadukan edukasi, simulasi, dan praktik langsung, kegiatan mahasiswa KKN Undip tersebut menjadi langkah sederhana untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi bencana sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





