DEMAK, Jatengnews.id – Belasan tahun hidup di tengah kepungan rob membuat Ngadiyanto dan keluarganya terbiasa dengan ancaman air laut. Kini, warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, itu bisa bernapas lega setelah mendapat bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Bank Jateng.
Sejak 2006, rob mulai mengganggu kehidupan Ngadiyanto yang sebelumnya bekerja sebagai petani. Seiring semakin tingginya air laut dan abrasi, ia beralih menjadi petambak udang.
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada 2011, daratan di sekitar tempat tinggalnya semakin terkikis hingga kawasan permukiman berubah seperti lautan.
Rumah yang menjadi tempat berlindung keluarganya pun ikut terdampak. Saat cuaca buruk dan badai datang, Ngadiyanto harus membawa istri dan empat anaknya mengungsi ke rumah tetangga.
“Kalau ada badai, anak-anak saya bawa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman,” tutur Ngadiyanto, baru-baru ini.
Kini, rumah apung menjadi tempat baru bagi keluarga Ngadiyanto untuk menjalani kehidupan. Hunian tersebut membuat anak-anaknya lebih nyaman untuk bermain dan belajar tanpa harus menunggu air rob surut.
Istrinya, Sri Ningsih, mengaku sangat bersyukur mendapat bantuan tersebut setelah bertahun-tahun hidup dalam ancaman rob.
“Sekarang punya rumah apung, rasanya senang sekali. Anak-anak bisa nyaman bermain dan belajar. Dulu kan kalau mau tidur harus menunggu kering dulu, sekarang sudah tidak lagi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan bantuan rumah apung merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat terdampak rob dan abrasi.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program rumah apung telah disalurkan di sejumlah wilayah terdampak.
Pada 2025, sebanyak tiga unit rumah apung dibangun melalui CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak untuk Mulyono, Romani, dan Muslim.
Program tersebut berlanjut pada 2026. Tiga unit rumah apung kembali dibangun melalui CSR Bank Jateng untuk Ngadiyanto, Krisma, dan Rokani.
Selain itu, sembilan unit rumah apung sedang dibangun melalui APBD murni 2026 dan delapan unit lainnya direncanakan melalui APBD Perubahan 2026.
Bagi Ngadiyanto dan keluarganya, rumah apung bukan sekadar tempat tinggal. Hunian tersebut menjadi harapan untuk tetap bertahan dan membangun kehidupan di tengah daratan Desa Timbulsloko yang terus tergerus abrasi dan rob.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin





