BATANG, Jatengnews.id – Belajar kelistrikan tidak selalu harus dimulai dari teori di dalam kelas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui program “Dari Baterai Menjadi Angin” di SD Negeri Kaliboyo 01, Desa Kaliboyo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 5 diajak mengenal konsep dasar kelistrikan sekaligus mempraktikkannya secara langsung dengan merakit kipas mini menggunakan rangkaian listrik sederhana.
Kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai komponen elektronika yang digunakan, seperti dinamo DC, baterai, kabel, sakelar, dan baling-baling. Mahasiswa KKN menjelaskan fungsi setiap komponen serta cara menghubungkannya agar dapat membentuk rangkaian listrik yang bekerja dengan baik.
Sebanyak 32 siswa kelas 5 kemudian dibagi menjadi enam kelompok. Dengan didampingi mahasiswa KKN, masing-masing kelompok mulai merakit kipas mini secara bertahap. Para siswa belajar menghubungkan komponen satu per satu hingga energi listrik dari baterai mampu menggerakkan dinamo dan menghasilkan putaran pada baling-baling.
Suasana kelas pun semakin semarak ketika proses perakitan berlangsung. Siswa tampak antusias berdiskusi, saling membantu memasang komponen, serta mencoba memahami setiap tahapan yang diberikan. Kegembiraan semakin terasa ketika kipas hasil rakitan mereka berhasil berputar.
Momen tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu siswa memahami konsep kelistrikan melalui praktik langsung. Mereka dapat melihat secara nyata bagaimana baterai sebagai sumber energi listrik dapat menggerakkan dinamo hingga menghasilkan gerakan pada baling-baling.
Dita Rahmadani, mahasiswa Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro sekaligus pelaksana program, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat mengenal sains dengan cara yang sederhana, dekat, dan mudah dipahami.
“Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika mereka terlibat langsung dalam prosesnya. Melalui perakitan kipas mini, mereka dapat melihat bagaimana setiap komponen saling terhubung hingga menghasilkan gerakan. Kami berharap pengalaman sederhana ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemampuan berpikir logis, serta meningkatkan minat mereka terhadap sains dan teknologi,” ujarnya.
Guru pendamping SD Negeri Kaliboyo 01 turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena membuat mereka lebih aktif bertanya, berani mencoba, dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Program “Dari Baterai Menjadi Angin” menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN UNDIP dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap ketertarikan siswa terhadap sains dan teknologi dapat tumbuh sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa konsep dasar kelistrikan dapat dipelajari dengan cara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





