Bank Jateng Gelar Gebyar Fest 81, Semarakkan HUT RI dengan Kredit Massal

Kegiatan yang mengusung tema “81 Semangat Berkarya, Bersama Bank Jateng Menggerakkan Ekonomi Daerah”

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Jateng menggelar Gebyar Fest 81 untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap perekonomian daerah.

Kegiatan yang mengusung tema “81 Semangat Berkarya, Bersama Bank Jateng Menggerakkan Ekonomi Daerah” tersebut berlangsung serentak pada 12–16 Agustus 2026 di 44 Kantor Cabang Bank Jateng, dengan pusat kegiatan di Kantor Cabang Utama, Jalan Pemuda, Semarang.

Pembukaan di Kantor Cabang Utama dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kepala daerah se-Jawa Tengah, serta jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jateng. Gebyar Fest 81 dikemas tidak sekadar sebagai kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan produk dan layanan perbankan, memberdayakan UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat ekosistem bisnis Bank Jateng.

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Bank Jateng untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai Bank Pembangunan Daerah.

“Gebyar Fest 81 menjadi momentum bagi Bank Jateng untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan Bank Jateng, memberdayakan UMKM, serta mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan,” kata Bambang.

Salah satu agenda utama dalam Gebyar Fest 81 adalah pelaksanaan akad kredit massal. Di Kantor Cabang Utama, akad kredit dilakukan secara simbolis dengan melibatkan lima debitur. Sementara secara keseluruhan, akad kredit dilaksanakan serentak dengan melibatkan sekitar 1.100 debitur dengan total penyaluran mencapai Rp279 miliar.

Penyaluran tersebut mencakup sejumlah segmen pembiayaan, di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Syariah, Kredit Pemilikan Perumahan (KPP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Bambang menegaskan, UMKM menjadi salah satu sektor penting dalam penggerak ekonomi daerah. Karena itu, Bank Jateng tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya, tetapi juga mendorong mereka memperoleh akses terhadap pembiayaan, edukasi, transaksi digital, dan layanan perbankan lainnya.

“Kami ingin UMKM tidak hanya mendapatkan ruang untuk memasarkan produknya, tetapi juga memperoleh akses terhadap edukasi, pembiayaan, transaksi digital, dan berbagai layanan perbankan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Dengan begitu, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Rangkaian Gebyar Fest 81 juga diisi dengan peluncuran layanan transaksi Finnet dan desain baru Bima Mobile yang disaksikan secara serentak oleh 44 Kantor Cabang melalui Zoom. Selain itu, dilakukan peresmian EV Charging Station dan test drive kendaraan listrik, peninjauan booth expo dan UMKM binaan, serta pameran 453 booth UMKM yang tersebar di seluruh Kantor Bank Jateng.

Penguatan transaksi digital menjadi salah satu fokus kegiatan. Seluruh tenant UMKM yang berpartisipasi diwajibkan menggunakan QRIS Bank Jateng. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM dan masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi nontunai.

Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh Bima Mobile serta berbagai produk dan jasa perbankan Bank Jateng.

Menurut Bambang, penguatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi bagian penting dari Gebyar Fest 81. Melalui berbagai kegiatan edukasi, masyarakat diperkenalkan dengan pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, produk perbankan, dana pensiun, serta pemanfaatan layanan digital.

“Literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui Gebyar Fest 81, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan layanan perbankan dan digital,” jelasnya.

Selain expo dan bazar UMKM, berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari literasi dan edukasi keuangan, layanan produk perbankan, senam sehat, lomba 17 Agustus, kegiatan sosial, Jumat Berkah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah Kantor Cabang.

Di Kantor Cabang Utama, kegiatan sosial antara lain diwujudkan melalui pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu dan veteran.

Gebyar Fest 81 juga menjadi bagian dari strategi bisnis Bank Jateng. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bank Jateng mendorong pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pembukaan rekening baru, aktivasi Bima Mobile, penambahan merchant QRIS, peningkatan kepesertaan DPLK Setia, serta penjualan produk syariah.

“Harapannya, Gebyar Fest 81 dapat menjadi ruang kolaborasi antara Bank Jateng, masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan mitra strategis. Dari kegiatan ini, kami ingin membangun ekosistem bisnis yang semakin kuat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Bambang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pelaksanaan akad kredit massal menunjukkan peran Bank Jateng dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Menurutnya, pembiayaan yang disalurkan Bank Jateng menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari rumah layak huni dan kendaraan hingga pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat.

“Bank Jateng adalah merupakan kebanggaan daripada masyarakat Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Luthfi juga menekankan pentingnya peran Bank Jateng dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, khususnya melalui penguatan pembiayaan sektor mikro dan UMKM.

Dia menyebut jumlah UMKM di Jawa Tengah telah mencapai lebih dari empat juta pelaku usaha. Besarnya jumlah tersebut membuat kemudahan akses permodalan menjadi faktor penting agar usaha mikro dan kecil dapat terus berkembang serta naik kelas.

Menurut Luthfi, penyaluran kredit harus dipandang lebih luas, bukan semata sebagai aktivitas bisnis perbankan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membuka dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Bagi pelaku usaha kecil, pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga mengembangkan skala usaha.

“Dengan adanya akses pembiayaan yang semakin mudah, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas pemasaran, dan berkembang menjadi usaha yang lebih kuat,” ujar Ahmad Luthfi. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN