KKN UIN Walisongo dan PPK IMM Al-Haytham UNIMUS Kenalkan TOGA sebagai ASI Booster di Pringapus

Edukasi TOGA dan demo olahan kelor serta lele dorong pemanfaatan potensi lokal untuk kesehatan dan ekonomi warga Pringapus.

Semarang, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 11 berkolaborasi dengan Ormawa PPK IMM Al-Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar sosialisasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan pangan pendukung bagi ibu menyusui dan demo memasak di Kelurahan Pringapus, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menyasar kader Posyandu dan ibu-ibu PKK dengan mengangkat tema “Pembuatan ASI Booster dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya untuk Mendukung Kesehatan Ibu Menyusui dan Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak.”

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 11 memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan pangan pendukung bagi ibu menyusui.

Sementara itu, Ormawa PPK IMM Al-Haytham UNIMUS memberikan edukasi mengenai pemanfaatan hasil budidaya ikan lele yang dikembangkan di Kelurahan Pringapus.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi mengenai ASI booster dan pengolahan ikan lele. Selanjutnya, peserta mengikuti demo memasak yang menghadirkan beberapa olahan berbahan lokal.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo mendemonstrasikan pembuatan puding kelor dan JAMPIS cake, sedangkan Ormawa PPK IMM Al-Haytham UNIMUS memperagakan pengolahan ikan lele menjadi produk pangan.

Ibu Lurah Pringapus, Eryani Cahya, mengapresiasi kegiatan tersebut karena melibatkan kader Posyandu secara langsung dalam upaya meningkatkan pengetahuan mengenai nutrisi balita dan pencegahan stunting.

“Acara ini sangat memotivasi, apalagi ada ibu-ibu penggerak Posyandu yang berperan dalam perbaikan nutrisi balita dan penanganan stunting. Harapannya, nanti kader kami bisa mengolah ini menjadi produk. Desa-desa sebelah barangkali bisa kami jadikan mitra produksi, sementara mereka menjadi konsumennya, sehingga bisa terus berkembang,” ujarnya.

Kader Posyandu Siap Sosialisasikan Olahan Kelor

Kader Posyandu Pringapus, Tini, menyambut baik edukasi yang diberikan mahasiswa KKN, khususnya praktik pengolahan daun kelor menjadi puding. Menurutnya, hasil demo masak tersebut dapat diteruskan kepada ibu-ibu menyusui melalui kegiatan Posyandu.

“Saya setuju sekali dengan diadakannya acara ini, terutama soal pudingnya. Nanti sebagai kader, saya akan sosialisasikan kepada ibu-ibu yang menyusui agar ASI-nya bisa lancar, saya sampaikan saat pertemuan Posyandu supaya bisa diperagakan di rumah dan dicoba oleh ibu-ibu,” ujarnya.

Selain memberikan pengetahuan secara teori, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung proses pengolahan bahan pangan lokal.

Pendekatan praktik diharapkan memudahkan kader dan ibu-ibu PKK untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kolaborasi KKN UIN Walisongo Posko 11 dan PPK IMM Al-Haytham UNIMUS juga mempertemukan dua potensi lokal, yakni pemanfaatan tanaman TOGA dan hasil budidaya ikan lele.

Keduanya diolah menjadi produk pangan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo dan PPK IMM Al-Haytham UNIMUS berharap kader Posyandu dan ibu-ibu PKK Kelurahan Pringapus dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, baik melalui pemanfaatan tanaman TOGA maupun pengolahan ikan lele.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemanfaatan potensi lokal, mendukung edukasi kesehatan keluarga, serta mendorong lahirnya produk pangan kreatif yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Tim Publikasi KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN