Sarjana Muda Rasakan Sulitnya Cari Kerja, Datang Jobfair Disnaker Jateng Hanya Berujung Scan QR

Hal itu dirasakan Ana (21), fresh graduate atau sarjana muda Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang datang ke sebuah job fair Disnaker Jateng di Semarang untuk berburu peluang kerja.

SEMARANG, Jatengnews.id – Lulus kuliah baru saja, tetapi perjuangan mencari pekerjaan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Hal itu dirasakan Ana (21), fresh graduate atau sarjana muda Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang datang ke sebuah job fair Disnaker Jateng di Semarang untuk berburu peluang kerja.

Perempuan asal Purwodadi itu baru menyelesaikan kuliahnya pada Juli 2026. Dengan latar belakang Manajemen Bisnis, Ana berharap bisa mendapatkan pekerjaan pertamanya yang masih sejalan dengan ilmu yang dipelajarinya selama kuliah.

Ana datang bersama dua temannya. Ia berangkat dari Salatiga sekitar pukul 12.00 WIB setelah menyelesaikan keperluan verifikasi dokumen kampus di UIN Salatiga.

Namun, sesampainya di lokasi job fair, ekspektasinya tidak sepenuhnya sesuai kenyataan.

Ia semula membayangkan dapat bertemu langsung dengan perusahaan, menyerahkan lamaran, hingga melakukan wawancara seperti pengalaman mengikuti job fair sebelumnya.

Namun, pada kegiatan kali ini, sebagian besar informasi lowongan hanya perlu dipindai melalui kode QR.

“Awalnya penginnya di job fair itu datang terus kita interview, ngobrol secara langsung. Ternyata di kali ini kita scan-scan saja,” kata Ana saat ditemui Jatengnews.id di lokasi jobfair yang diselengarakan Disnaker Jateng, Kamis (20/8/2026) sore.

Ana mengaku telah memotret atau menyimpan informasi puluhan lowongan yang tersedia. Namun, dari banyaknya pilihan tersebut, baru satu perusahaan yang cukup menarik perhatiannya.

Salah satunya adalah PT Hermono Cahaya. Faktor jarak menjadi pertimbangan Ana karena perusahaan tersebut berada tidak jauh dari rumahnya.

“Karena dekat rumah,” ujarnya.

Meski begitu, pola rekrutmen yang hanya mengandalkan pemindaian kode QR membuat Ana mempertanyakan efektivitas penyelenggaraan job fair secara tatap muka.

Menurutnya, jika peserta hanya datang untuk memindai informasi lowongan, proses tersebut sebenarnya dapat dilakukan secara daring.

“Kalau cuma di-scan-scan, sebenarnya pemerintah bisa mungkin bikin acaranya secara online saja. Kita kasih link atau scan-nya di Instagram atau media sosial yang lain juga bisa,” katanya.

Bagi Ana, kehadirannya di job fair bukan sekadar mencari pekerjaan. Ia tengah berusaha mendapatkan pijakan pertama dalam dunia kerja setelah menyandang status sarjana.

“Kalau penginnya memang ini buat awal karier tetap di marketing seperti itu, mungkin HRD juga bisa. Yang pokoknya sejalur sama aku, sama kapasitas dan jurusannya,” tutur Ana.

Ana menyadari pekerjaan pertama tidak harus menjadi tujuan akhir dalam perjalanan kariernya. Baginya, pekerjaan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun pengalaman sebelum mengejar rencana-rencana lain di masa depan.

“Ini hanya untuk langkah pertama saja. Enggak selamanya pengin kerja di perusahaan juga,” katanya.

Namun, setelah mulai terjun langsung mencari pekerjaan, Ana mengakui realitas yang dihadapi fresh graduate cukup berat.

“Ternyata nyari kerja susah juga ya,” ujarnya.

Ia juga tidak ingin menganggap gelar sarjana sebagai jaminan otomatis untuk mendapatkan pekerjaan maupun gaji tinggi. Menurutnya, kemampuan individu tetap menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan mendapatkan pekerjaan.

“Enggak ngaruh. Semuanya tergantung kapasitas diri sendiri sama mungkin hoki-hokian juga,” kata Ana.

Di usianya yang baru 21 tahun, Ana kini berada pada fase awal perjalanan karier. Ia masih harus menyusuri berbagai lowongan, mengirim lamaran, mengikuti proses seleksi, dan berharap salah satunya menjadi pintu masuk menuju pekerjaan pertamanya.

Perjalanan Ana menjadi gambaran kecil bagaimana fresh graduate harus menghadapi ketatnya persaingan di pasar kerja: membawa ijazah dan ilmu dari bangku kuliah, tetapi tetap harus berjuang menemukan perusahaan yang bersedia memberi kesempatan pertama.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN