Jenazah PMI Karanganyar Meninggal di Jepang Dijadwalkan Tiba Jumat, Pemkab Siapkan Penjemputan

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar Agung Wahyu Utomo mengatakan, Pemkab Karanganyar bersama lembaga pelatihan kerja dan pihak terkait di Jepang telah melakukan koordinasi terkait proses pemulangan jenazah.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karanganyar yang meninggal dunia di Jepang dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar Agung Wahyu Utomo mengatakan, Pemkab Karanganyar bersama lembaga pelatihan kerja dan pihak terkait di Jepang telah melakukan koordinasi terkait proses pemulangan jenazah.

“Jenazah direncanakan tiba di Bandara Adi Soemarmo tanggal 28, sekitar jam 10 pagi. Hari Jumat,” kata Agung, Rabu (26/8/2026).

Pemkab Karanganyar, lanjut Agung, akan melakukan penjemputan jenazah di bandara. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum yang selama ini bekerja sebagai PMI dan dinilai telah berkontribusi sebagai pahlawan devisa bagi daerah.

“Penjemputan di bandara sekaligus sebagai penghargaan pahlawan devisa Kabupaten Karanganyar, karena beliau juga gugur berjuang sebagai pahlawan devisa,” ujarnya.

Setibanya di Bandara Adi Soemarmo, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di wilayah Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar Kota. Selanjutnya, prosesi pemakaman akan dikoordinasikan bersama pihak keluarga.

Berdasarkan informasi sementara, almarhum direncanakan dimakamkan di pemakaman setempat di wilayah Kayen Dompo.

Selain memastikan proses pemulangan, Pemkab Karanganyar juga telah berkoordinasi mengenai pemenuhan hak-hak almarhum sebagai pekerja migran. Hak tersebut di antaranya sisa gaji dan hak lainnya yang menjadi kewajiban perusahaan maupun pihak terkait untuk diberikan kepada keluarga.

“Kalau hak-haknya, sudah kita koordinasikan dari asuransi, kemudian dari sisa gaji dan hak daripada mereka, sudah dikonfirmasi akan dipenuhi,” jelas Agung.

Ia menambahkan, biaya perjalanan pemulangan jenazah juga ditanggung oleh pihak asuransi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Almarhum diketahui telah bekerja di Jepang selama hampir tiga tahun. Selama berada di Negeri Sakura, almarhum bekerja di sektor konstruksi.

“Beliau hampir tiga tahun di bidang konstruksi,” terangnya.

Agung memastikan Pemkab Karanganyar akan terus melakukan koordinasi dengan keluarga, pihak asuransi, lembaga pelatihan kerja, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan agar seluruh proses pemulangan jenazah hingga pemakaman dapat berjalan lancar dan seluruh hak keluarga dapat dipenuhi sesuai ketentuan.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN