KARANGANYAR, Jatengnews.id – Sebanyak 1.300 pelari meramaikan De Tasikmadoe Eco Night Run 2026 di kawasan De Tasikmadu Heritage, Kabupaten Karanganyar, Minggu (23/8/2026).
Tak sekadar menjadi ajang olahraga, event lari malam ini juga menjadi sarana promosi wisata dan ruang interaksi masyarakat.
Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut ambil bagian dalam event tersebut.
Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni lari 3,5 kilometer dan 5 kilometer. Konsep night run membuat suasana perlombaan semakin semarak sekaligus menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta dan masyarakat yang menyaksikan.
Direktur PUD Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar, Samidi, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 1.300 orang menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
“Peserta yang mengikuti event kali ini mencapai 1.300 orang. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati oleh masyarakat,” kata Samidi.
Menurut Samidi, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengajak masyarakat berolahraga. De Tasikmadoe Eco Night Run juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan De Tasikmadu Heritage sebagai destinasi wisata sekaligus ruang publik di Karanganyar.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa event olahraga rekreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Event seperti ini sangat baik karena mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga. Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, kegiatan lari seperti ini ke depan perlu semakin sering digelar di Karanganyar,” ujar Rober.
Ia bahkan membuka peluang agar event serupa kembali digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar pada November mendatang.
Menurut Rober, semakin banyak kegiatan olahraga di ruang publik akan memberikan dampak positif, bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
“Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam itu dapat digelar secara berkelanjutan, tidak hanya untuk mendorong budaya hidup sehat tetapi juga mengangkat potensi destinasi wisata lokal,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





