KLATEN, Jatengnews.id – Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 memperkenalkan teknologi tepat guna berupa Solar Light Insect Trap Sederhana kepada Kelompok Tani Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Kegiatan penyuluhan sekaligus demonstrasi alat tersebut digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 13.30 WIB di Joglo Tani Desa Polan. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengenalkan alternatif pengendalian hama yang lebih sederhana dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, para petani diperkenalkan dengan konsep perangkap serangga berbasis cahaya, komponen alat, prinsip kerja, hingga potensi penerapannya untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Solar Light Insect Trap Sederhana merupakan perangkap serangga yang memanfaatkan cahaya sebagai pemikat dengan energi matahari sebagai sumber listrik utamanya.
Alat tersebut dirancang menggunakan sejumlah komponen sederhana, seperti panel surya mikro 6 V 1 W, LED ultraviolet (UV), sensor cahaya, baterai isi ulang, serta bagian perangkap dan wadah penampung serangga.
Cara kerjanya pun relatif sederhana. Pada siang hari, panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik untuk mengisi baterai. Ketika kondisi lingkungan mulai gelap, sensor cahaya akan mendeteksi perubahan intensitas cahaya dan mengaktifkan LED UV secara otomatis.
Cahaya tersebut kemudian menjadi pemikat bagi serangga yang memiliki respons terhadap sumber cahaya, khususnya serangga yang aktif pada malam hari. Serangga yang mendekati lampu diarahkan menuju bagian perangkap dan ditampung sehingga dapat membantu proses pengendalian populasi hama.
Penggunaan panel surya membuat alat tidak bergantung secara langsung pada pasokan listrik PLN. Selain memperkenalkan energi terbarukan, teknologi tersebut juga menunjukkan bagaimana sistem sederhana dapat dioperasikan secara otomatis sesuai kondisi lingkungan.
Dalam penyuluhan, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa Solar Light Insect Trap dapat menjadi salah satu metode pendukung dalam konsep pengendalian hama terpadu.
Perangkap cahaya tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh metode pengendalian hama. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis hama, karakteristik lahan, kondisi lingkungan, serta metode pengendalian lain yang diterapkan petani.
Pemanfaatan perangkap cahaya juga berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, terutama untuk pemantauan maupun penangkapan serangga tertentu yang aktif pada malam hari.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi perangkap dapat menjadi salah satu pilihan pendukung dalam pengelolaan hama yang lebih ramah lingkungan. Meski demikian, efektivitas alat tetap dipengaruhi oleh jenis hama, karakteristik cahaya, kondisi lingkungan, serta penerapan metode pengendalian lainnya.
Demonstrasi Langsung Tingkatkan Pemahaman Petani
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai permasalahan hama pertanian, konsep dasar perangkap cahaya, komponen Solar Light Insect Trap, serta prinsip kerja sistem berbasis energi surya.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan para peserta.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi alat secara langsung. Para peserta diperlihatkan bagaimana panel surya memanfaatkan energi matahari untuk mengisi baterai serta bagaimana sensor cahaya mengatur nyala lampu secara otomatis ketika kondisi mulai gelap.
Kelompok Tani Desa Polan juga mendapat kesempatan mengamati komponen dan mekanisme kerja alat secara langsung. Demonstrasi tersebut membuat konsep teknologi yang sebelumnya bersifat teoritis menjadi lebih mudah dipahami dan dikaitkan dengan kebutuhan pertanian di lapangan.
Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, mahasiswa KKN melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Hasil evaluasi menunjukkan, tingkat pemahaman peserta sebelum penyuluhan melalui pre-test berada di angka 60 persen. Setelah mendapatkan materi dan mengikuti demonstrasi alat, hasil post-test meningkat menjadi 95 persen.
Dengan demikian, terdapat peningkatan pemahaman sebesar 35 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan dan demonstrasi mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman peserta mengenai konsep, manfaat, komponen, serta prinsip kerja Solar Light Insect Trap.
Dorong Petani Terbuka terhadap Teknologi Tepat Guna
Pengenalan Solar Light Insect Trap kepada Kelompok Tani Desa Polan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Transfer pengetahuan mengenai teknologi tepat guna dan energi terbarukan diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengenali serta mengembangkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan pertanian setempat.
Pemanfaatan energi matahari, sistem pengoperasian otomatis, dan konsep pengendalian hama berbasis perangkap menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Tim II KKN UNDIP Tahun 2026 berupaya mendorong masyarakat Desa Polan agar semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi sederhana dalam menjawab berbagai persoalan pertanian.
Ke depan, teknologi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi lahan serta jenis hama yang menjadi permasalahan di Desa Polan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





