SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pelestarian kesenian tradisional Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, melalui penyusunan buku profil kesenian dan integrasi arsip digital.
Program tersebut dilaksanakan pada Kamis (13/8/2026) dengan melibatkan para pegiat seni, sesepuh, serta paguyuban kesenian yang ada di Desa Gebugan.
Kesenian tradisional di Desa Gebugan diketahui telah berkembang sejak sekitar tahun 1970-an. Namun, perjalanan sejarah, nilai filosofis, hingga perkembangan berbagai kesenian lokal selama ini masih banyak diwariskan melalui tradisi lisan.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-T Undip untuk menghadirkan dokumentasi yang lebih terstruktur agar pengetahuan mengenai kesenian desa tidak hilang seiring berjalannya waktu.
Sejumlah kelompok kesenian turut menjadi bagian dalam program tersebut, di antaranya Sanggar Seni & Budaya Among Rasa Atunggal serta kelompok Kuda Lumping Turangga Jati Bengkle dan Turonggo Welit Krido Mudo.
Proses penyusunan dokumentasi dilakukan melalui riset etnografi, wawancara mendalam dengan informan kunci dan pelaku seni, observasi partisipan, serta pengumpulan berbagai data sejarah mengenai kesenian yang berkembang di Desa Gebugan.
Hasil dari proses tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah buku profil kesenian berjudul “Denyut Laras Bumi Gebugan”.
Buku tersebut menjadi salah satu luaran utama program sekaligus upaya menghadirkan sumber dokumentasi tertulis mengenai kekayaan seni dan budaya Desa Gebugan.
Selain menghasilkan buku fisik, mahasiswa KKN-T Undip juga mengembangkan sistem pengarsipan digital. Data dan profil kesenian yang telah dihimpun diintegrasikan ke dalam laman resmi potensi Desa Gebugan melalui desagebugan.com/potensi-desa.
Integrasi arsip digital tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan program kerja pengembangan website desa. Dengan demikian, informasi mengenai kesenian lokal tidak hanya tersimpan dalam bentuk buku, tetapi juga dapat diakses masyarakat secara lebih luas melalui platform digital.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan teknologi digital.
Program tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, terutama dalam aspek perlindungan dan pelestarian warisan budaya lokal.
Melalui kombinasi dokumentasi cetak dan digital, mahasiswa KKN-T Undip berharap kekayaan kesenian Desa Gebugan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tak hanya menjadi arsip sejarah, dokumentasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi generasi muda sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi budaya Desa Gebugan kepada masyarakat yang lebih luas.
Upaya ini diharapkan dapat membuat kesenian tradisional tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup, dikenal, dan berkembang di tengah masyarakat Desa Gebugan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





