KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Bumiharjo Sulap Tutup Botol Bekas Jadi Gantungan Kunci

Demak, JatengNews.id– Sebanyak 47 siswa SDN 01 dan SDN 02 Bumiharjo diajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 memanfaatkan limbah plastik menjadi barang bernilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, tutup botol bekas diolah menjadi gantungan kunci melalui praktik kerajinan yang dilakukan secara langsung oleh para siswa.

Kegiatan dilaksanakan di SDN 01 Bumiharjo pada Rabu (5/8/2026) dan dilanjutkan di SDN 02 Bumiharjo pada Kamis (6/8/2026).

Kegiatan bertujuan mengenalkan pemanfaatan barang bekas sekaligus mendorong kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada siswa mulai dari mengenalkan bahan yang digunakan, menjelaskan tahapan pembuatan, hingga menghias gantungan kunci. Siswa diberi kesempatan untuk menentukan bentuk dan hiasan sesuai kreativitas masing-masing.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dan mencoba mengubah tutup botol yang sebelumnya dianggap sebagai sampah menjadi kerajinan yang dapat digunakan.

Kepala SDN 01 Bumiharjo, Sumarto, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Posko 97. Menurutnya, pemanfaatan limbah plastik melalui kegiatan praktik dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 97. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SDN 02 Bumiharjo, Kastami. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai pentingnya mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah plastik.

“Kegiatan ini sangat positif karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memanfaatkan limbah plastik. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak terbiasa membuang barang yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan,” tuturnya.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97, Muhammad Rasyid Ramadhan, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi persoalan limbah yang belum terkelola secara optimal.

Menurutnya, siswa perlu dikenalkan sejak dini bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Sebagian barang masih dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas dan pengolahan sederhana.

“Kegiatan ini awalnya didasari oleh permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa tutup botol yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang menarik dan berguna,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, ketelitian, dan keterampilan siswa.

“Selain membantu mengurangi limbah plastik, kegiatan ini juga melatih kreativitas, ketelitian, dan keterampilan siswa. Harapannya, mereka dapat menerapkan kebiasaan memanfaatkan barang bekas dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti praktik. Marsel, siswa SDN 01 Bumiharjo, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengetahui tutup botol bekas dapat diolah menjadi gantungan kunci.

“Saya senang membuat gantungan kunci dari tutup botol karena sebelumnya saya tidak tahu kalau tutup botol bekas bisa dibuat menjadi barang seperti ini. Kegiatannya juga seru karena bisa membuat sendiri sesuai dengan yang diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ovi, siswa SDN 02 Bumiharjo, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya memahami bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan.

“Saya jadi tahu kalau tutup botol bekas bisa digunakan lagi dan dibuat menjadi gantungan kunci. Saya juga senang karena bisa membuat sendiri dan hasilnya bisa dibawa pulang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Posko 97 berharap siswa dapat mulai menerapkan kebiasaan sederhana dalam mengelola limbah, seperti mengurangi, memilah, dan menggunakan kembali barang bekas yang masih memiliki manfaat.

Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Siswa didorong untuk menerapkan keterampilan memanfaatkan barang bekas di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kegiatan mengubah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan dengan pendekatan kreatif dan praktik langsung. Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa KKN Posko 97 mengajak siswa melihat limbah plastik bukan sekadar sampah, tetapi juga material yang masih dapat dimanfaatkan menjadi barang berguna.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 97
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN