SEMARANG, Jatengnews.id – Antusiasme tinggi mewarnai seleksi Elite Pro Academy (EPA) Java United FC di Lapangan POJ City, Semarang. Sebanyak 2.000 pemain muda ambil bagian dalam proses seleksi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026.
Seleksi tersebut dibagi dalam tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20. Menariknya, manajemen Java United FC tidak memungut biaya atau gratis sepenuhnya bagi seluruh peserta seleksi.
General Manager Java United FC, Alan Haviludin, mengatakan seleksi EPA Java United FC menjadi bagian dari upaya klub dalam mencari dan mengembangkan talenta sepak bola muda dari Jawa Tengah.
Menurutnya, pemain lokal, khususnya dari Kota Semarang dan daerah sekitarnya, menjadi salah satu prioritas dalam pembentukan skuad EPA Java United FC.
“Kami prioritaskan pemain dari level daerah, utamanya Semarang dan Jawa Tengah. Kami sangat terkejut dan bangga melihat antusiasme ribuan talenta yang luar biasa ini,” kata Alan Haviludin di lokasi seleksi pemain , Sabtu (29/8/2026).
Mantan pelatih kiper PSM Makassar itu menilai jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.000 pemain menunjukkan besarnya potensi sekaligus antusiasme pesepak bola usia muda di Jawa Tengah.
Sementara itu, Direktur Teknik Java United FC, Achmad Rezal Octavian, menjelaskan bahwa tim pelatih memiliki sejumlah indikator dalam menilai kemampuan pemain pada tahap awal seleksi.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan individu dengan bola, tetapi juga pemahaman pemain terhadap permainan secara keseluruhan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian tim pelatih antara lain akurasi passing, positioning, serta kecerdasan dalam mengambil keputusan di lapangan.
“Kami melihat teknik dasar pemain terlebih dahulu. Mulai dari akurasi passing, positioning, hingga bagaimana pemain mengambil keputusan dalam situasi permainan,” jelas Rezal.
Selain menjaring pemain berbakat, Java United FC juga menyiapkan sistem pembinaan yang berkesinambungan. Klub merancang kurikulum pembinaan terintegrasi dengan filosofi permainan yang diselaraskan mulai dari kelompok usia U-16, U-18, U-20 hingga tim senior.
Menurut Rezal, penyamaan filosofi tersebut penting agar pemain yang nantinya naik ke level senior sudah memahami karakter permainan yang diterapkan klub.
“Penyamaan filosofi penting agar pemain muda yang promosi ke tim senior tidak perlu memulainya dari nol lagi,” ujarnya.
Dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi, Java United FC nantinya akan memilih sekitar 25 hingga 30 pemain dari masing-masing kelompok umur.
Para pemain yang lolos seleksi EPA Java United FC 2026 juga akan mendapatkan fasilitas pembinaan dari klub secara gratis.
Fasilitas tersebut meliputi tempat tinggal di mess, fasilitas latihan, serta asupan makanan bergizi setiap hari selama menjalani program pembinaan.
Rezal menambahkan, kebijakan menggratiskan proses seleksi tersebut merupakan arahan dari owner Java United FC, David Glenn.
“Prosedur seleksi pemain Java United ini digratiskan penuh sesuai dengan arahan owner kami, Bapak David Glenn, guna memberikan kesempatan setara bagi pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Tengah,” pungkas Rezal.
Melalui program tersebut, Java United FC berharap dapat menemukan talenta-talenta terbaik dari Jawa Tengah sekaligus membangun jalur pembinaan yang mampu menghasilkan pemain berkualitas untuk memperkuat tim senior di masa mendatang.
Penulis : Jaka N
Editor : Alif Nazzala Rizqi





