SEMARANG, Jatengnews.id — Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong agar hasil pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di desa.
Berbagai inovasi dan program yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan diarahkan masuk ke tahap hilirisasi, sehingga dapat diterapkan secara lebih luas dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Talk Show bertajuk “Hilirisasi Pengabdian Bersama Alumni UNDIP” yang digelar di Muladi Dome, Tembalang, Semarang, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gelar Karya KKN UNDIP. Acara ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan sekaligus memperkenalkan berbagai hasil pengabdian yang telah mereka kembangkan selama menjalankan program KKN.
Lebih dari 8.000 peserta turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam sekitar 170 tim KKN, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menampilkan hasil pengabdian melalui berbagai stand pameran.
Beragam hasil karya dan inovasi mahasiswa ditampilkan dalam pameran tersebut. Tidak hanya menunjukkan kreativitas mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melihat potensi program KKN agar dapat dikembangkan menjadi solusi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
Talk show tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan mitra strategis. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Direktur Penempatan Awak Kapal Migran, serta perwakilan pemerintah daerah turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keberlanjutan hasil pengabdian.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan inovasi yang lahir dari program KKN, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan pembangunan daerah dan perlindungan pekerja migran.
Dalam forum tersebut, hasil pengabdian mahasiswa dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui dukungan berbagai pihak. Program yang telah terbukti memberikan manfaat di satu wilayah dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah lain.
Karena itu, hilirisasi pengabdian menjadi salah satu langkah penting agar pengetahuan, inovasi, dan solusi yang dihasilkan mahasiswa selama KKN tidak berhenti sebagai program sementara.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah daerah, serta mitra strategis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tersebut.
Melalui kolaborasi, hasil pengabdian mahasiswa dapat memperoleh dukungan dari sisi kebijakan, pendampingan, jejaring, maupun peluang pengembangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Gelar Karya KKN UNDIP sekaligus menunjukkan bahwa KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk lahirnya berbagai inovasi yang berpotensi dikembangkan menjadi program pembangunan.
UNDIP pun mendorong agar pengalaman dan hasil pengabdian mahasiswa dapat terus terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan demikian, KKN diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi meninggalkan program yang dapat dilanjutkan, dikembangkan, dan direplikasi untuk memberikan dampak yang lebih luas.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi


