UNDIP dan Pemda Bedah Persoalan Daerah, Program KKN Didorong Lebih Tepat Sasaran

KKN diharapkan tidak sekadar hadir sebagai kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah

SEMARANG, Jatengnews.id — Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mampu menjawab persoalan pembangunan secara lebih tepat sasaran.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di Hotel Antawirya UNDIP, Selasa (30/6/2026).

FGD menjadi ruang bersama bagi UNDIP dan pemerintah daerah untuk memetakan berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan melalui program pengabdian kepada masyarakat, khususnya KKN.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam diskusi tersebut, mulai dari kemiskinan, stunting, anak tidak sekolah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi layanan, penataan ruang desa, hingga pengembangan desa wisata.

Melalui pembahasan tersebut, program KKN diharapkan tidak sekadar hadir sebagai kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan dan prioritas pembangunan di masing-masing daerah.

FGD tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas unsur UNDIP dan pemerintah daerah. Selain membahas kebutuhan pembangunan daerah, kegiatan itu juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan KKN Tim I Tahun 2026.

Evaluasi mencakup sejumlah aspek teknis, di antaranya administrasi, perizinan, pembekalan mahasiswa, penentuan lokasi KKN, hingga mekanisme koordinasi antara UNDIP dan pemerintah daerah.

Dari hasil diskusi, pemetaan kebutuhan daerah menjadi salah satu poin penting yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraan KKN. Pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi, tema, serta program kerja mahasiswa agar lebih relevan dengan kondisi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, UNDIP mendorong agar kegiatan pengabdian tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Program yang memiliki potensi diharapkan dapat dikembangkan dan dilanjutkan bersama pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Selain berdampak langsung bagi masyarakat, pelaksanaan pengabdian juga diarahkan untuk memiliki keberlanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mempertemukan potensi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, KKN dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian persoalan daerah sekaligus memperkuat kontribusi UNDIP dalam pembangunan masyarakat.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, program KKN ke depan diharapkan semakin terarah, berbasis kebutuhan, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.




Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN