Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN UIN Walisongo Latih PKK Desa Sumbersari

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 204 menggelar “Workshop Minyak Jelantah Jadi Rupiah” bersama Tim Penggerak PKK Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Sumbersari tersebut mengajarkan peserta mengolah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk rumah tangga sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi.

Workshop ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang digagas Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 204. Program tersebut dilatarbelakangi persoalan limbah minyak jelantah rumah tangga yang masih kerap dibuang secara sembarangan ke tanah maupun saluran air.

Pembuangan minyak jelantah secara langsung dapat menimbulkan persoalan lingkungan, termasuk mengganggu kualitas tanah dan air serta berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran drainase. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pemanfaatan minyak bekas agar tidak langsung menjadi limbah.

“Minyak jelantah yang tadinya dianggap sampah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan dan diberi aroma sehingga menjadi lilin aromaterapi yang fungsional,” ujar perwakilan tim KKN saat kegiatan berlangsung.

Kegiatan workshop dimulai pukul 11.30 WIB setelah rangkaian kegiatan warga berupa senam sehat dan perlombaan dalam rangka mempererat kebersamaan masyarakat Desa Sumbersari.

Dalam sesi utama, anggota dan kader PKK mendapatkan penjelasan sekaligus praktik mengenai tahapan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan.

Mahasiswa KKN membimbing peserta mulai dari proses penimbangan dan penakaran bahan, pemanasan minyak jelantah yang telah melalui proses penyaringan, hingga pencampuran bahan dan minyak esensial untuk memberikan aroma pada lilin.

Peserta kemudian mempraktikkan proses menuangkan adonan lilin ke dalam wadah. Mereka juga diarahkan untuk memastikan posisi sumbu tetap berada di bagian tengah agar lilin dapat digunakan dengan baik setelah mengeras.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik. Ibu-ibu PKK bergantian mencoba setiap tahapan pembuatan dengan didampingi mahasiswa KKN.

Pada akhir kegiatan, produk lilin aromaterapi yang telah selesai dibuat diserahkan kepada peserta untuk dibawa pulang sebagai contoh hasil praktik.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UIN Walisongo Semarang Posko 204 berharap keterampilan pengolahan minyak jelantah dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Program ini sekaligus menjadi upaya mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat Desa Sumbersari untuk melihat limbah rumah tangga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 204
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN