SEMARANG, Jatengnews.id — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui peluncuran Digital Press, inovasi digitalisasi presensi kunjungan tamu yang mengusung semangat “One Press. Trusted Records.”
Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah proses pencatatan kunjungan sekaligus membangun sistem pendataan yang lebih tertata, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.
Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dispora Jawa Tengah, Muchamad Irsa Pratama, selaku penggagas Digital Press, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memperbaiki sistem pencatatan kunjungan tamu yang selama ini masih dilakukan secara manual.
“Selama ini kita masih menggunakan buku tamu. Setelah pencatatan dilakukan, datanya sering kali tidak terkelola atau sulit untuk ditelusuri kembali. Dengan adanya aplikasi ini, pencatatan dapat dilakukan dengan lebih baik dan datanya tersimpan secara sistematis,” ujar Irsa saat diwawancara wartawan usai peluncuran aplikasi, Senin 7 September 2026.
Menurutnya, Digital Press tidak hanya berfungsi sebagai sarana presensi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengelola data kunjungan secara lebih efektif.
Melalui sistem tersebut, masyarakat maupun pihak yang hendak berkunjung dapat melakukan registrasi terlebih dahulu dengan melakukan scan. Data yang masuk kemudian dapat digunakan oleh petugas untuk mempersiapkan jadwal dan kebutuhan kunjungan.
“Pada saat seseorang akan berkunjung, mereka sudah bisa melakukan scan terlebih dahulu. Dari sisi kami, data tersebut dapat membantu mempersiapkan jadwal dan waktu kunjungan. Dengan begitu, teman-teman di bidang terkait juga bisa lebih siap melakukan koordinasi,” jelasnya.
Hal itu dinilai penting karena Dispora Jawa Tengah menerima kunjungan dari berbagai pihak, mulai dari organisasi kepemudaan dan olahraga, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat umum.
Dengan data kunjungan yang tercatat secara digital, petugas dapat mengetahui tujuan maupun substansi kunjungan sejak awal. Informasi tersebut selanjutnya dapat membantu mengarahkan tamu kepada bidang atau pejabat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Misalnya kunjungannya berkaitan dengan kegiatan olahraga, maka bisa diketahui bidang mana yang menangani substansi tersebut. Jadi, tamu bisa lebih mudah diarahkan kepada pihak yang tepat,” terang Irsa.
Dilengkapi Kanal Aduan
Irsa menambahkan, salah satu keunggulan Digital Press adalah tersedianya kanal aduan yang memungkinkan masyarakat menyampaikan masukan, kritik, maupun pengaduan terkait pelayanan.
Menurutnya, kanal tersebut menjadi ruang komunikasi yang dapat memudahkan masyarakat ketika ingin menyampaikan persoalan atau pengalaman selama mendapatkan pelayanan.
“Kalau ada masyarakat yang merasa kurang puas atau menemukan sesuatu yang perlu disampaikan, mereka bisa menggunakan kanal aduan. Ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan sekaligus menjadi masukan bagi kami untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan,” katanya.
Dengan adanya kanal tersebut, Digital Press tidak hanya diarahkan untuk mendukung administrasi internal, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dengan Dispora Jawa Tengah.
Apresiasi Inovasi Digital Press
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menyampaikan apresiasi atas inovasi Digital Press yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan Dispora Jateng.
Menurut Aria, selama ini data kunjungan tamu belum terdokumentasi secara sistematis. Kehadiran Digital Press dinilai menjadi langkah positif untuk menghasilkan data kunjungan yang lebih tertata dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi Digital Press ini. Selama ini data kunjungan tamu belum terdokumentasi secara sistematis. Dengan adanya aplikasi ini, kami berharap data pengunjung, termasuk keperluan kunjungan, dapat tercatat dengan lebih baik dan menjadi salah satu sarana evaluasi bagi kami,” ujarnya.
Aria menilai, digitalisasi pencatatan kunjungan juga dapat membantu Dispora dalam mempersiapkan pelayanan sebelum tamu datang.
Data yang masuk melalui aplikasi dapat memberikan informasi awal mengenai jadwal dan tujuan kunjungan sehingga koordinasi dengan bidang terkait dapat dilakukan lebih cepat.
“Pada saat mau berkunjung, sudah bisa scan terlebih dahulu. Dari kami juga bisa mempersiapkan terkait jadwal dan waktu kunjungannya. Teman-teman juga bisa mempersiapkan terkait jadwal kedatangan tamu,” katanya.
Menurut Aria, hal tersebut akan sangat membantu mengingat kunjungan ke Dispora Jateng datang dari berbagai kalangan.
Selain masyarakat, kunjungan juga dapat berasal dari organisasi kepemudaan dan olahraga maupun pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, data mengenai tujuan kunjungan menjadi penting untuk memastikan tamu mendapatkan pelayanan dari pihak yang tepat.
“Dengan lebih terintegrasi, kita akan lebih mudah melakukan persiapan dan koordinasi dengan bidang-bidang terkait. Bahkan bisa merekomendasikan tamu untuk bertemu dengan siapa sesuai substansi kunjungannya,” jelas Aria.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui proses uji coba, koordinasi, dan evaluasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan baik oleh masyarakat maupun jajaran internal Dispora.
“Ini masih tahap awal. Kita harus coba dulu dan melakukan koordinasi untuk mempersiapkan segala sesuatu. Harapannya, ke depan sistem ini bisa semakin terintegrasi dan benar-benar memberikan kemudahan dalam pelayanan,” pungkasnya. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


