29 C
Semarang
, 21 July 2024
spot_img

Demo Warga Kemuning, Tuntut Hentikan Eksploitasi Kebun Teh Kemuning

Karanganyar, Jatengnews.id – Ratusan warga Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar melakukan aksi demonstrasi ke Kantor bupati Karanganyar, Kamis (7/3/2024).

Dengan membawa sejumlah spanduk, warga Kemuning mendesak Pemkab Karanganyar menghentikan ekploitasi kebun teh yang berada di Kemuning.

Eksploitasi kebun teh yang dilakukan  oleh investor ini, sangat merugikan dan berdampak buruk terhadap warga.

Baca juga: VIDEO Pendekar Klambi Ubah Limbah Pakaian Jadi Kerajinan Berniai Tinggi

Warga menilai, pemerintah sengaja melindungi para investor  melakukan eksploitasi terhadap kebun teh yang merupakan salah satu sumber mata air ini.

Saat melakukan audiensi bersama Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, koordinator aksi massa, Wawan menegaskan, warga menuntut penghentian eksploitasi lahan kebun teh Kemuning yang dikelola oleh PT Rumpun  Sari Kemuning (RSK).

Dijelaskannya, status kebun teh Kemuning tersebut merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan pembangunan yang terjadi saat ini diduga telah menyalahi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dijelaskannya, eksploitasi teh secara massif sudah dilakukan sejak tahun 2022 lalu. Eksploitasi dilakukan dengan menggunakan alat berat.

“Ratusan ribu tanaman teh telah dicabut dan berganti menjadi area terbuka dan bangunan permanen dengan luasan total mencapai puluhan hektar area yang telah dibuka. Bangunan yang berdiri di lahan kebun teh saat ini antara lain berupa bangunan fasilitas wisata, lahan parkir, rest area, resto, jalan wisata, dan bangunan lainnya,”jelasnya .

Dikatakannya, berbagai upaya penghentian aktifitas pembukaan lahan kebun teh sudah berkali-kali dilakukan baik melalui koordinasi  maupun mediasi di tingkat desa maupun kecamatan.

Namun sampai saat ini pencabutan tanaman teh dan pembangunan masih terus berjalan bahkan semakin meluas.

Baca juga: Hasil Liga 1, PSIS Semarang Menang atas Persik Kediri 2-1

“Secara ekologi kebun teh ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) bagi  sumber air yang dimanfaatkan oleh warga Desa Kemuning dan desa-desa sekitarnya. Akibat pembukaan lahan tersebut, dampak yang sudah dirasakan oleh warga antara lain berupa banjir, erosi dan sedimentasi, keruhnya air yang dikonsumsi warga, dan menurunnya debit sumber mata air,”terangnya.

Menyikapi aksi demonstrasi yang dilakukan warga tersebut, Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi menyatakan, segera membentuk tim teknis melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kita segera membentuk tim teknis dan melakukan pengecekan melihat kondisi di lapangan,”kata dia. (Iwan-02).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN