31 C
Semarang
, 15 April 2024
spot_img

Kasus Demam Berdarah Melonjak Dokter Ungkap Cara Pencegahan

Jakarta, Jatengnews.id – Dokter Spesialis Anak sekaligus, Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr Hartono Gunardi, Sp.A mengatakan, lonjakan penyakit DBD terjadi karena pergantian cuaca yang sebabkan banyaknya genangan air.

Sementara genangan air sendiri menjadi salah tempat bersarangnya nyamuk. Hal ini yang membuat perkembangbiakan nyamuk juga meningkat.

Baca juga : Saran Dokter Untuk Penderita Diabetes Saat Buka Puasa

“Pergantian cuaca, lalu permulaan musim hujan ini akan mengakibatkan genangan air yang lama itu menyebabkan tempat bersarangnya nyamuk,” ucap Prof.Hartono dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, Selasa (19/03/2024).

Sebab adanya risiko sarang nyamuk ini, Prof Hartono mengingatkan untuk masyarakat kembali meningkatkan pencegahan melalui 3M plus. Hal ini akan sangat membantu untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

“Oleh karena itu kita perlu Ingatkan masyarakat untuk menggalakkan kembali 3M plus untuk berantas sarang nyamuk yang paling penting,” sambungnya.

Terkait 3M plus ini di antaranya sebagai berikut.

1. Menguras tempat penampungan air

2. Menutup tempat-tempat penampungan air

3. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Sementara itu, untuk poin plusnya yakni berbagai hal di antaranya:

  • Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk
  • Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menggunakan obat anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah
  • Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama
  • Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

Tak hanya melakukan 3M plus, anak-anak yang berada usia 6 tahun ke atas juga dianjurkan untuk lakukan vaksinasi DBD (Vaksin Dengvaxia) sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian virus.

Prof. Hartono menambahkan, anak juga diharapkan untuk menghindari orang-orang yang sedang sakit. Hal ini karena kontak dengan sakit berisiko adanya penularan, seperti kasus flu dan batuk. Jika sakit, kondisi tersebut akan membuat daya tahan tubuh melemah sehingga berisiko alami demam berdarah.

“Dan untuk anak-anak yang usia 6 tahun keatas itu dapat diberikan vaksin demam berdarah. Tapi yang utama adalah kita pengendalian vektor kita pengendalian nyamuk dengan 3M plus.  Oleh karena itu kita menghindari orang-orang yang sedang batuk anak yang sedang batuk mohon dikenakan masker sehingga tidak menular ke orang lain,” jelas Prof. Hartono.

Anak yang sehat juga dianjurkan memakai masker jika bermain dengan mereka yang kurang sehat. Dalam menjaga kondisi kesehatan ini, orang tua juga perlu memberikan berbagai nutrisi yang cukup dan vitamin demi menjaga kekebalan tubuh anak.

Baca juga : Buka Puasa dengan Makanan Manis Baik Untuk Kesehatan, Dokter Jelaskan Faktanya

“Yang masih sehat jika berteman dengan orang yang batuk juga perlu menggunakan masker agar tidak menular karena kalau tidak semuanya bisa sakit. Di samping itu perlu juga jagrahan nutrisi yang cukup yang mengandung vitamin C dan vitamin D, bisa diperoleh dari melalui suplementasi atau dengan berjemur di matahari pagi,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN