27 C
Semarang
, 21 April 2024
spot_img

Awas Kemenkes Catat Kasus DBD Meningkat Pesat Jelang Lebaran

Jakarta, Jatengnews.id – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa pada minggu ke-12 tahun 2024, jumlah kasus mencapai 43.271 dengan 343 kematian.

Ini merupakan peningkatan yang cukup drastis dibandingkan dengan jumlah kasus pada Maret 2023 yang hanya 17.434 dengan 144 kematian.

Baca juga : Peneliti Ungkap Penyebab Kasus DBD Terus Meningkat

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane,menyoroti pentingnya upaya mitigasi menyusul tren peningkatan kasus DBD.

Dia menekankan bahwa meski akan ada penurunan secara alami saat siklus reproduksi nyamuk kembali normal, peningkatan kasus saat ini membutuhkan respons serius untuk mencegah korban yang lebih banyak.

“Sebenarnya kenaikan kasus Dengue telah terjadi sejak November 2023 di beberapa wilayah. Tapi sepertinya kita tidak serius mengendalikannya, sehingga wilayahnya bertambah luas dan kasus terus meningkat,” katanya dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, Selasa (02/04/2024).

Masdalina juga menekankan peran penting pemerintah daerah dalam menangani kasus Dengue di wilayah masing-masing, bahkan di tengah kesibukan persiapan Pilkada.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kesiapan pemerintah dalam menyediakan larvasida dan insektisida untuk penanggulangan Dengue yang mengalami peningkatan. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk, serta segera melakukan rapid test atau konsultasi medis saat mengalami gejala.

“Kami sudah siapkan larvasida untuk mematikan jentik-jentik, kami siapkan insektisida kalau mau di-fogging,” katanya.

Dalam kesempatan itu Menkes Budi mengingatkan masyarakat untuk melengkapi penanggulangan Dengue dengan metode pemberantasan sarang nyamuk, minimal dengan menguras genangan air.

Baca juga : Kemenkes Ungkap Ada 290 Kasus DBD Sampai Maret 2024

Selain itu hal terpenting saat mendapati ada warga yang bergejala untuk segera melakukan rapid test atau dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN