27 C
Semarang
, 21 July 2024
spot_img

Rektor Universitas Airlangga Apresiasi Penguatan MB Balitbang Diklat

Semarang, JatengNews.id – Universitas Airlangga (Unair) bersama seluruh civitas akademika menyambut baik pelaksanaan penguatan moderasi beragama bagi perguruan tinggi.

Hal itu tertuang dalam acara Seminar Moderasi Beragama yang digelar Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Balitbang Diklat Kementerian Agama RI.

Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch Muhaemin mengatakan kegiatan ini, sebagai bagian respon dari hasil Konferensi Moderasi Beragama Tahun 2023.

Balai Litbang Agama Semarang bekerjasama dengan lembaga diluar Kementerian Agama dalam hal ini UNAIR akan mendiseminasikan Moderasi Beragama di lingkungan perguruan tinggi.

Baca juga: Muhaemin Nahkodai Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

“Kerjasama UNAIR dan BLAS menjadi prototype penyemaian moderasi lintas kementerian lembaga yang diamanatkan oleh Perpres Nomor 58 Tahun 2023,” ungkap Muhaemin.

Sementara Rektor Unair, Mohammad Nasih, dalam pidatonya mengapresiasi Balitbang Diklat atas berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang Penguatan Moderasi Beragama.

Baginya, ini merupakan kesempatan yang berharga, karena kita yakin bahwa setiap agama memiliki tujuan yang disasar.

“Agama harus dijadikan sebagai sarana bagi kita semua untuk mencapai tujuan yang sangat mulia, baik untuk saat ini, masa depan, maupun masa yang akan datang,” ujar Nasih, di Surabaya, Rabu (3/4/2024).

Menurut Nasih, dalam dunia ilmu pengetahuan, posisi moderat adalah posisi yang mayoritas dan posisi yang normal. Kurva normal selalu berada di depan, sedangkan ketidakstabilan yang ekstrem menurutnya adalah hal yang tidak normal.

“Jika kita ingin menjadi individu yang normal, kita harus berada pada posisi tengah, moderat, atau washatiyah. Jika tidak, maka kita akan berada pada ekstrem kiri atau ekstrem kanan,” ucapnya.

Kita, lanjut Nasih, harus menjadi bagian dari posisi yang normal tersebut, dan kunci untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mendorong adanya keadilan serta menerapkan semangat dan nilai-nilai adil dalam diri kita dan untuk semua orang.

“Segala sesuatu yang berada pada posisi ekstrem kiri atau kanan, itu tidak baik, karena biasanya hal tersebut sangat berbahaya. Posisi yang sangat toleran terhadap segala hal juga tidak diinginkan,” jelasnya.

Baca juga: Kementerian Agama Boyolali Launching Buku Karya Perdana “Ramadhan Mulia”

Salah satu cara untuk melaksanakan tindakan bermoderasi dalam agama adalah dengan menganggap agama sebagai bagian dari rahmat. Menurutnya, dalam ajaran-ajaran agama selalu terdapat keseimbangan antara kesenangan dan kesulitan, serta di antara kesulitan pasti ada kemudahan.

Terakhir, Rektor Nasih mengajak seluruh warga akademika dan ratusan mahasiswa peserta seminar untuk terus menjadi individu yang luar biasa, rendah hati, unggul, hebat, lincah, serta menjadi bagian dari tujuan dan semangat kehidupan kita semua. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN