28 C
Semarang
, 27 May 2024
spot_img

Ibu Depresi Usai Melahirkan Bisa Sakiti Bayi dan Diri Sendiri

Jakarta, Jatengnews.id – Psikolog sekaligus konselor Lieke Puspasari menegaskan depresi setelah melahirkan alias postpartum depression (PPD) bisa dialami ibu sebelum ia melahirkan.

Lieke mencontohkan peristiwa ini pernah dialami artis Jessica Mila yang merasa khawatir berlebihan bakal mengalami baby blues setelah melahirkan anak pertamanya. Kekhawatiran yang bisa memicu depresi ini dapat memicu takut tidak bisa memberi ASI yang cukup.

Baca juga : Dokter Ingatkan Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebihan Pada Bayi

“Takut tidak dapat menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya kelak merupakan kekhawatiran yang Mila tuangkan dalam tayangan di media sosial Tiktoknya. Untuk mengatasi rasa khawatir dan ketakutannya tersebut, Mila memilih untuk bercerita dengan sang ibu,” ungkap Lieke dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id Sabtu (04/05/2024).

Lieke juga mengingatkan depresi sebelum dan setelah melahirkan ini bukan hanya ditandai dengan baby blues, tapi juga bisa mengarah ke kondisi yang lebih berat, yaitu PPD dengan tingkat kecemasan yang lebih kuat dan dapat terjadi pada kelahiran selanjutnya.

“Untuk penanganan PPD, baik pada ibu ataupun ayah dapat dengan melakukan konselor kepada tenaga medis di bidang kesehatan mental seperti konselor, psikolog ataupun psikiater. Ibu juga perlu berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk mengidentifikasi gejala depresi dan melakukan perawatan,” papar Lieke.

Tidak hanya itu, ada juga kondisi depresi setelah melahirkan yang disebut psikosis postpartum. Ini adalah kondisi psikologis dengan gejala yang lebih buruk dari PPD dan tergolong penyakit mental. Meski jarang terjadi, namun psikosis post partum dapat terjadi pada siapa saja yang baru melahirkan, terutama pada ibu dengan riwayat kondisi kesehatan mental tertentu.

“Selain baby blues dan PPD, depresi postpartum yang terakhir adalah psikosis postpartum. Dimana depresi ini telah tergolong sebagai penyakit mental serius. Psikosis postpartum dapat terjadi dengan cepat dalam kurun waktu 3 bulan pertama setelah melahirkan,” jelas Lieke.

Baca juga : Cegah Kematian karena Infeksi Bakteri, Ini Pentingnya Vaksinasi Bagi Orang Dewasa

“Pada kasus psikosis postpartum, gejala yang umum terjadi adalah halusinasi, perubahan mood ekstrim, mood manic, bingung, curiga dan takut, delusi, menjadi agresif, paranoid hingga berencana untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi,” imbuhnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN