28 C
Semarang
, 25 May 2024
spot_img

ASN Diminta Manfaatkan Hasil Petambak Bandeng di Jepara

Jepara, Jatengnews.id – Untuk menstabilkan harga bandeng di pasaran, Pemerintah Kabupaten Jepara membantu memasarkan bandeng tersebut kepada pegawai dan masyarakat, dengan harga wajar dan tetap memberi keuntungan bagi produsen dan konsumen.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara Farikhah Elida menyampaikan, saat ini harga bandeng relatif tinggi, bahkan di tingkat eceran menyentuh Rp35 ribu per kilogram.

Baca juga : UNDIP dan Pemkab Jepara Siap Kembangkan Desalinasi Guna Atasi Krisis Air Minum

“Harga di pasar itu Rp30 ribu. Malah di pedagang keliling bisa Rp35 ribu,” ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng Kamis (16/05/2024).

Kendati harga bandeng di pasaran cukup tinggi, lanjutnya, petani tambak rupanya belum mendapatkan margin keuntungan seperti yang diharapkan. Harga yang diterimanya sangat rendah.

“Karena para pengepul mematok hasil panen bandeng dengan harga yang sangat rendah atau murah,” kata Elida.

Menurutnya, hingga kini, petani bandeng masih berkutat pada masalah mata rantai pemasaran. Karenanya, kondisi itu rentan dipermainkan para pengepul. Faktanya, mereka hanya mau membeli hasil panen antara Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram.

Dengan harga tersebut, imbuh Elida, petambak sebenarnya masih merugi. Karena tak sebanding beban operasional per musim.

“Karena harga murah petani bandeng tidak berani panen, sudah dua bulan. Rugi waktu dan pakan,” tuturnya.

Baca juga : Perbaikan Jalan Rusak Jepara – Keling Terus Dikebut

Melihat kondisi itu, pihaknya berinisiatif membantu para petani tambak dengan memasarkan bandeng tersebut kepada pegawai dan masyarakat. Bandeng Kartini segar dibanderol Rp27 ribu/kg isi 4 – 5 ekor. Harga itu sudah termasuk dibersihkan dari sisik, isi perut, dan kotoran. Ada pula produk bandeng cabut duri kemasan vakum Rp20 ribu per ekor, berat kurang lebih 250 gram. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN