28 C
Semarang
, 31 May 2024
spot_img

Sebanyak 43 Bhikkhu Thudong Berjalan Menuju Borobudur

Semarang, Jatengnews.id – Kota Semarang kembali di datangi Bhikkhu Thudong tepatnya di Vihara 2500 Budha Jayanti Bukit Wungkal Kasap, Kalipepe Pudak Payung Banyumanik, Kamis (16/5/2024).

Terpantau sekitar pukul 08:20 Wib pagi, ada 43 Bhikkhu Tudong dari empat negara (Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia) yang melakukan doa bersama di Vihara tertua di Kota Semarang tersebut.

Baca juga: Nana Sudjana Sambut Bhikkhu Thudong, Siap Kawal dan Sukseskan Peringatan Waisak 2024

Rencananya, para Bhikkhu Thudong ini bakal berjalan dari Kota Semarang menuju di Candi Borobudur untuk melaksanakan perayaan Waishak pada 23 Mei 2024 mendatang.

Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Bhikkhu Khemacaro Mahathera mengatakan, bahwa para Bhikkhu itu merupakan seorang yang meninggalkan hal duniawi.

“Tahun inj diikuti 43 Bhikkhu, 40 dari Thailand, 1 dari Indonesia, 1 dari Singapura dan 1 dari Malaysia,” ujarnya saat di bersiap melakukan perjalanan dari Vihara 2500 Budha Jayanti.

Dalam perjalanan tersebut, dilakukan pelapasan langsung oleh Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dengan simbolis penyerahan Bendera Merah Putih.

“Berangkat dari sini karena disini adalah cikal bakal Bhudism Indonesia setelah Indonesia merdeka. Ini adalah sudah terkenal bahkan dikenal di 13 negara,” paparnya alasan memulai perjalannya dari Vihara tersebut.

Maksud dari 13 negara tersebut, dulunya di lokasi ini pernah menjadi tempat pertapaan dan pengukuhan 13 Bhikkhu yang akhirnya menjadi pemimpin di negaranya masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengaku, sudah dua kali menerima atau menyambut Bhikkhu Thudong yang melaksanakan perjalanan ke Candi Borobudur Magelang.

Baca juga: Data UNICEF Puluhan Ribu Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah Tinja

Sebelumnya, Kota Semarang menjadi jujukan perjalan Bhikkhu Thudong yang berjalan dari Thailand pada tahun 2023 lalu.

“Adanya kegiatan ini, kita menjadi tahu bahwa Kota Semarang jadi satu jejak untuk agama Budha. Tentunya kita harus segera melakukan program-program atau pelaksanaan disini agar menjadi tempat untuk wisata religi,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Mbak Ita.(Kamal-02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN